Apabila salah satu misi STAN adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM di lingkungan 
Ditjen PBN maka sulit bagi kita untuk menolak perlunya link antara Ditjen PBN 
dan STAN.  Links antara Ditjen PBN dan STAN apa saja yang perlu diperhatikan 
dan dipelihara?
 
Pertama, informasi tentang jumlah SDM yang dibutuhkan oleh Ditjen PBN secara 
berkala harus disampaikan kepada STAN.  Informasi tersebut diharapkan dapat 
dijadikan acuan bagi STAN untuk merencanakan penerimaan mahasiswa STAN 
spesialisasi kebendaharaan.
 
Kedua, materi dan kurikulum untuk mahasiswa STAN spesialisasi kebendaharaan 
semestinya disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi SDM kita saat ini dan untuk 
pengembangan organisasi Ditjen PBN di masa mendatang.  Dalam hal ini selain 
penguasaan teknis (praktek) kebendaharaan, saya kira kita juga memerlukan 
materi teori yang dikemas dalam mata-mata kuliah seperti Manajemen Keuangan, 
Administrasi Negara/Publik, Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik.  
Studi-studi kasus di lingkungan Ditjen PBN saya kira sangat diperlukan untuk 
meningkatkan kepekaan para mahasiswa terhadap permasalahan riil di lapangan dan 
sekaligus menguji penguasaan mahasiswa terhadap teori dan teknis kebendaharaan 
yang telah diperolehnya di kampus.
 
Ketiga, sarana komunikasi antara komunitas (pegawai, dosen dan mahasiswa) STAN 
dan komunitas (para pegawai) Ditjen PBN harus selalu tersedia dan dipelihara.  
Dalam hal ini sarana komunikasi melalui media elektronik (website, email, 
mailing list, dsj) mungkin merupakan pilihan sarana komunikasi yang paling 
efisien yang dapat kita gunakan.
 
Keempat, kerjasama antara STAN dan Ditjen PBN harus terus kita pelihara dan 
kembangkan.  Saya yakin selama ini akses mahasiswa STAN ke Ditjen PBN untuk 
melakukan penelitian dan kegiatan lainnya yang ditugaskan oleh dosennya dapat 
dilakukan tanpa hambatan yang cukup berarti.  Demikian pula, permintaan STAN 
kepada pegawai Ditjen PBN (secara insidentil) untuk memberikan kuliah 
umum/khusus di STAN diharapkan dapat menambah pengetahuan praktis/teknis 
kebendaharaan para mahasiswa yang mungkin tidak dapat diperolehnya melalui 
dosen mereka.  Kerjasama lainnya yang menurut saya perlu dikembangkan adalah 
memberikan kesempatan kepada para dosen STAN (dan para akademisi lainnya di 
luar STAN) untuk melakukan riset/penelitian di Ditjen PBN.  Kegiatan 
riset/penelitian tersebut bisa dilakukan untuk kepentingan dosen sendiri 
(misalnya, untuk menyelesaikan studi S2/S3nya) maupun untuk kepentingan 
organisasi Ditjen PBN (yang dilakukan melalui kegiatan proyek yang dibiayai
 oleh dana APBN).
 
Sejujurnya saya bukan lulusan STAN dan itulah sebabnya saya membutuhkan 
informasi dari teman2 lulusan STAN, misalnya tentang apa saja yang perlu diubah 
dan dikembangkan dari materi dan kurikulum STAN.   Tentu saja itu hanya bisa 
kita lakukan setelah kita bandingkan antara “teori” yang kita dapatkan di 
kampus dan “praktek” di lapangan yang seringkali ruwet dan carut-marut.
 
Sekadar  intermeso, meskipun namanya STAN saya yakin di kampus tersebut kita 
tidak hanya belajar Akuntansi.  Apalagi konon lulusan STAN disiapkan untuk 
dapat mengelola Keuangan Negara di berbagai instansi Depkeu. Selain itu, saya 
kira yang kita butuhkan di Ditjen PBN juga bukan sekadar Ilmu Akuntansi.  
Ketika teman saya bilang program D4 di STAN itu hanya tersedia untuk 
spesialisasi Akuntansi, dalam hati saya bertanya pada diri sendiri apakah yang 
saat ini paling dibutuhkan oleh Depkeu adalah ilmu Akuntansi, atau paling tidak 
pejabat pemegang otoritas menganggapnya demikian (pantas saja belakangan ini 
kita membatasi pegawai yang akan melanjutkan studi Akuntansi di STAN karena 
untuk ilmu Akuntansi kebutuhan organisasi dinilai telah terpenuhi).  Atau 
barangkali pengertian Akuntansi sebenarnya sangat luas, antara lain mencakup 
Keuangan Negara?  Yang terakhir ini saya kira keliru, karena (menurut saya) 
Keuangan Negara-lah yang semestinya merupakan mata
 kuliah utama para mahasiswa Depkeu. Lalu, mengapa tidak kita buat saja STKN 
(Sekolah Tinggi Keuangan Negara) untuk menggantikan STAN?  Barangkali karena 
istilah STKN tidak ada di dalam nomenklatur perguruan tinggi kita ya (: 
 
Kita memang melihat istilah-istilah studi dan mata kuliah yang tumpang tindih 
dan saling bersaing seperti Akuntansi Negara, Akuntansi Pemerintahan, 
Administrasi Negara, Administrasi Publik, Kebijakan Publik, Keuangan Negara dan 
Keuangan Publik.  Kita juga melihat dan bahkan menghadapi sejumlah permasalahan 
dan tantangan yang tidak ringan di bidang kepegawaian, sistem aplikasi, 
peraturan perbendaharaan, pelaksanaan TSA dan implementasi SPAN.  Kita yang 
peduli pada pendidikan (ilmu) dan berharap ia akan membantu kita dalam 
menyelesaikan permasalahan organisasi yang sedang dan akan kita hadapi tentu 
sangat berharap agar para dosen STAN dapat  mengembangkan “teori” yang 
diajarkan kepada mahasiswanya sesuai dengan perkembangan isu/masalah aktual 
yang terjadi di lingkungan Ditjen PBN.    
 
Beberapa waktu lalu saya bermimpi, sejumlah permasalahan yang kita hadapi di 
lapangan sekarang ini ternyata selalu menjadi topik diskusi yang hangat di 
ruang-ruang kelas dan bahkan juga di kantin kampus yang melibatkan bukan hanya 
para mahasiswa STAN tetapi juga para dosen mereka.  Teman kantor saya 
mengatakan bahwa untuk mewujudkan mimpi saya tersebut kita harus mampu 
mengatasi masalah kesenjangan antara Ditjen PBN dan STAN.   Dan salah satu 
upaya yang bisa kita lakukan adalah memperkuat dan memelihara Links antara 
Ditjen PBN dan STAN (termasuk Perguruan2 Tinggi mitrakerja kita lainnya 
tentunya) sebagaimana yang telah saya jelaskan pada bagian awal tulisan ini. 
 
 
 
Salam,
budisan


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]



Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke