Dear miliser, Sejenak kita lupakan persoalan yang pelik pelik, saya ingin berkisah tentang buah yang bernama timun yang dalam Kamus besar bahasa indonesia disebut mentimun.
Kenapa timun? Timun sangat dekat dengan dunia kita, waktu kanak-kanak hampir sebagian besar penduduk indonesia hapal dengan cerita yang berhubungan dengan timun. Ada timun mas, ada si Kancil pencuri mentimun, dll. Sedikit mengingatkan barangkali ada yang belum tahu sosok mentimun. Mentimun memiliki kulit yang sedemikian tipis, dengan kontur buah yang lunak dan berair. Berasa segar tapi hati hati terkadang diujungnya berasa pahit. Tapi yang jelas timun sangat rapuh. Ketika timun beranjak dewasa, bekerjalah ia pada sebuah unit organisasi yang menurut hasil survey baru baru ini memberi indeks kepuasan yang tertinggi di lingkup dep.keu. Hasil survay ini ternyata tidak jua membuat si timun dapat tersenyum bangga. Yang tersenyum bahkan tertawa terbahak bahak adalah si Durian. Durian tertawa ngakak memamerkan duri duri tajamnya yang siap menggores siapa saja. Kenapa demikian? Oh.... ternyata si durian ini adalah atasan si timun. Bisa saudara bayangkan apa yang terjadi bila timun berada satu keranjang dengan durian. Pasti nasib buruk bakal dialami si timun. Jika dia berusaha mendesak durian, maka duri duri tajam durian akan dengan cepat menusuk tubuh lunaknya. Apalagi jika durian berniat menggencet timun bisa dipastikan si timun bonyok. Mendekati hari hari evaluasi grade, duri si durian semakin tajam mengkilat. Durian seolah olah memiliki energi baru sehingga durinya semakin kokoh terlihat. Duri itu senantiasa dipertontonkan...dalam bahasa 'tegalnya' show of power kepada si timun. Si timun hanya bisa pasrah dan mau tidak mau, suka tidak suka harus menyetujui sepak terjang sang Durian. Karena nasib periuk si timun ada di tangan sang Durian. Dalam tidurnya yang penuh kegelisahan si timun berharap agar esok pagi ketika terbangun dia mendapatkan kulit yang sedikit lebih keras, kulit yang mampu melindunginya dari duri sang Durian. Sebagai mana cerita fiksi lainnya....... Cerita ini hanya fiktif alias rekaan semata, kesamaan nama, lokasi, karakter hanya bersifat kebetulan tanpa kesengajaan. Berharap semoga kisah si timun tidak menimpa saudara semua. >From raha HaBeWe
