Sebenarnya menurut saya ga penting apa itu yang namanya SK special 
atau ga, SK pusat apa kanwil, atau kan nota dinas. Yang penting 
adalah jangan samapi ada kebijakan yang melarang istri ikut suami, 
apa lagi suami yang mutasinya keluar jawa sampe ke plosok2.

Ada beberapa teman saya yang demikian. Atau bolehlah mungkin tidak 
boleh 1 kantor, paling gak mereka dimasukkan dalam 1 kanwil.

Ini bukan perusahaan keluarga, tapi kondisi keluarga sangat 
berpengaruh pada kinerja sesorang.

Cuma itu aja dari saya, silahkan menjabarkannya, semoga pembuat 
kebijakan tidak mati rasa dalam hal2 sensitif seperti ini.....



--- In [email protected], YANTI RAHAYU <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memang sungguh sangat disayangkan bila kita mendengar hal-hal yang 
berbau ketidakadilan bagi sebagian besar pihak (cq. Adil bagi Yang 
Sudah Merasa Nyaman dan Mapan). Tapi kenapa kita masih harus kaget 
mendengar itu.. khan sudah dari dulu hal itu berjalan mulus bagi yang 
dekat dgn kanpus or link terdekatnya... Pernah dl di KPPN X kemasukan 
pegawai dengan SK Khusus juga suami isteri lagi, cuma SK nya 
berselang beberapa saja.. Dan beliau itu dl nya sangat deket sekali 
dengan link..
> Yah kita yang di daerah hanya bisa berharap, semoga reformasi 
birokrasi kita tidak hanya berjalan di kantor daerah saja, tetapi 
juga pusatnya.
> Tidak lagi ada SK Khusus or Anak Emas.. KARENA KAMI SEMUA ADALAH 
SAMA YAITU PEGAWAI DJPBN TERCINTA... HAHAHAHA
> http://gudang-kl.blogspot.com 
> 
> guapuyengeuy <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                               Yth. Para Miliser
>  dimanapun anda berada.
>  
>  Salam kenal
>  Assalamualaikum wr.wb.
>  
>  Sebelumya saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang ikut 
>  dalam gerbong Mutasi Pelaksana baru-baru ini. Semoga di tempat 
yang 
>  baru selalu mendapat lindungan dari Allah SWT.
>  
>  Namun hati saya sedikit teriris tatkala mendengar khabar dari 
>  seseorang di Kantor Pusat bahwa sebelum ada mutasi ini telah 
terbit 
>  SK untuk "special one". SK tersebut hanya untuk berdua (mungkin 
>  suami istri ya)dan pindah ketempat impian yaitu menuju kampung 
>  halamannya di Jawa. Muncul pertanyaan, apakah karena Special One 
itu 
>  yang langsung ngetik SK-nya ??
>  
>  Saya ga tahu ini khabar betul apa ngga tapi yang jelas kalau benar-
>  benar ada sungguh sangat menodai konsistensi pola mutasi di DJPBN. 
>  Mereka boleh mengklaim diri sebagai orang-orang special tapi 
adakah 
>  sedikit hati nurani untuk membuka mata lebar-lebar. 
>  
>  Coba tengok di sana, banyak teman-teman di daerah sangat ingin 
>  bersatu dengan istrinya yang notabene sesama pegawai DJPBN juga. 
>  Tetapi keinginan ini sangat tidak memungkinkan atau sulit terwujud 
>  di era reformasi birokrasi sekarang ini.
>  
>  Kadang-kadang mereka juga berlalu lalang antar pulau di luar jawa 
>  sedangkan di  sisi lain ada juga yang lalu lintasnya 'khusus di 
jawa 
>  saja".
>  
>  Yang dibutuhkan adalah konsistensi, terlepas apakah mereka orang 
>  dari kantor pusat atau seperti saya di daerah. 
>  Kami pun akan konsisten mengikuti apapun kebijakan kepegawaian 
dari 
>  Pusat dan akan tetap berjalan dengan kepala tegak biarpun pahit. 
>  
>  Bravo DJPBN
>  Demikian, terimakasih..
>  
>  Alex
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  
Try it now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke