Dari: guapuyengeuy <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [Forum Prima] MANA KONSISTENSI SISTEM MUTASI KITA???

Sebelumya saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang ikut 
dalam gerbong Mutasi Pelaksana baru-baru ini. 
Namun hati saya sedikit teriris tatkala mendengar khabar dari 
seseorang di Kantor Pusat bahwa sebelum ada mutasi ini telah terbit 
SK untuk "special one". SK tersebut hanya untuk berdua (mungkin 
suami istri ya)dan pindah ketempat impian yaitu menuju kampung 
halamannya di Jawa. Muncul pertanyaan, apakah karena Special One itu 
yang langsung ngetik SK-nya ??
MRA :  Mas Alex, apakah hati mas tidak sedikit teriris ketika ternyata diantara 
gerbong mutasi pelaksana belum lama ini ada yang "beruntung" karena mendapatkan 
mimpi mutasi yang diinginkan, sementara ada pula yang bernasib "malang" karena 
jalur mutasinya justru semakin jauh dari yang diinginkannya?  Lalu, seandainya 
suatu saat nanti mas "beruntung" mendapatkan mutasi yang telah lama berada 
dalam mimpi dan mas juga melihat ternyata ada teman mas yang nasib mutasinya 
semakin membuatnya frustasi, apakah mas akan mengucapkan alhamdulillah atau 
astaghfirullah (karena kebijakan Ditjen PBN telah mendzalimi teman mas)?      
--------------------------    

Saya ga tahu ini khabar betul apa ngga tapi yang jelas kalau benar-
benar ada sungguh sangat menodai konsistensi pola mutasi di DJPBN. 
Mereka boleh mengklaim diri sebagai orang-orang special tapi adakah 
sedikit hati nurani untuk membuka mata lebar-lebar. 
MRA: Tolong dipastikan dulu (saya yakin bisa) apakah khabar itu betul atau 
tidak, termasuk apakah keduanya itu suami-isteri (mas menyebut mereka "mungkin" 
suami isteri).
----------------------  

Coba tengok di sana, banyak teman-teman di daerah sangat ingin 
bersatu dengan istrinya yang notabene sesama pegawai DJPBN juga. 
Tetapi keinginan ini sangat tidak memungkinkan atau sulit terwujud 
di era reformasi birokrasi sekarang ini.

MRA: Memang benar, banyak teman-teman di daerah yang ingin bersatu dengan 
isterinya yang bekerja di DJPBN, terutama kalau pindahnya ke kampung halaman 
atau ke lokasi yang diinginkan.

Yang dibutuhkan adalah konsistensi, terlepas apakah mereka orang 
dari kantor pusat atau seperti saya di daerah. 

MRA: Kalau selama ini sistem mutasi kita tidak jelas, apakah masih diperlukan 
adanya konsistensi (ketetapan/keajegan) dalam kebijakan mutasi?  Atau 
barangkali konsisten dalam pengertian apa yang diucapkan (tentang sistem 
mutasi) sama dengan apa yang dilaksanakan di lapangan ya mas?  Lalu, bagaimana 
kalau pejabat di kantor pusat (misal kabag kepeg) mengatakan bahwa ia tidak 
akan mampu sepenuhnya (100%) melaksanakan sistem mutasi yang telah 
ditetapkannya?  Apakah itu artinya, hampir dapat dipastikan, ia "konsisten" 
dengan apa yang telah diucapkannya.  

MRA: Mas Alex, menjalani nasib sebagai pion-pion pegawai di daerah memang tidak 
mudah.  Demikian pula, berperan sebagai patih (pejabat) di bagian kepeg.  Kalau 
tidak percaya, coba tanya kepada Pak Subasita karena kalau tidak salah ia 
pernah bertugas di sana (pak Subasita, CMIIW).  Saya dengan senang hati akan 
selalu mendoakan supaya teman-teman muda yang selama ini sangat kritis terhadap 
kebijakan kepegawaian tersebut suatu saat mendapatkan tempat yang terhormat di 
sana, dengan harapan suatu perubahan yang selama ini sangat diharapkan dapat 
menjadi kenyataan.  Mungkinkah?  Let us see.  



      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke