boleh kan reply gaya ESN ( eko ada disini ): > Sebuah pemikiran aneh juga yang dibuat oleh "Para Pemikir" dengan menciptakan suatu sistem yang tidak realistis dengan memperlakukan PNS seperti budak zaman Jepang. Sementara itu lihatlah ada begitu banyak PNS nganggur makan gaji buta. Apakah ini dinamakan Realistis?
- Realitanya : perubahan sistem itu perlu proses, romusha jaman jepang itu nggak sempat maen internet di jam kerja dan PNS nganggur makan gaji buta itu tidak banyak, Remunerasi hanya mempertebal kantongnya pejabat. Sementara itu para "buruh" apa yang didapatkan? Cuma tenaga dan pikiran yang diperas macam sapi perah. Apakah ini juga Realistis? - Realitanya : dengan adanya remunerasi besar, para pejabat yg punya kesempatan luas untuk korupsi berpikir duakali untuk melakukannya, kalo kita kita paling korupsi pulpen sama pinsil kantor... perasaan dari dulu emang kita bagian diperas tenaga dan pikirannya deh .. > Kemiskinan, bencana alam, pengangguran adalah sebuah dampak sosial yang harus segera kita tanggulangi. > tapi apa sebenarnya penyebab dari itu semua? Tidak lain karena kita tidak cakap mengelola APBN. Kenapa tidak cakap? karena masih banyak maling-maling berdasi yang tega nyolong duit rakyat..Kenapa banyak maling? > > Pertama: > sampai sekarang tidak ada perubahan personal dalam birokrasi. Para pejabat yang menduduki posisi penting di birokrasi adalah orang-orang lama. "Hampir 100 persen orang dalam birokrasi sekarang ini adalah hasil warisan dari masa lalu yang sudah terbangun dalam satu sistem yang korup. - realitanya : saya kurang setuju paragraf ini, mungkin maksud pak sudrun mindset pejabatnya belum sepenuhnya berubah saya setuju. > Kedua: > sistem birokrasinya itu sendiri memungkinkan terjadinya pintu-pintu korupsi yang cukup banyak. Sejak dulu sampai sekarang, budaya banyak meja yang harus dilewati tidak berubah. Tetap saja birokrasi berbelit-belit dan menggoda oknum birokrasi untuk memberikan jalan pintas dengan imbalan tertentu. - realitanya : kita kan sedang merubah ini, makanya santer ada reformasi birokrasi . > Ketiga: > gaji pegawai negeri yang sangat rendah dan sistem karier yang sangat KKN. Jumlah gaji yang tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan standar bagai para pegawai memang bisa menjadi pemicu para birokrat untuk melakukan korupsi. Ditambah lagi, sistem karier yang lebih memperhatikan faktor kedekatan dengan atasan. - setuju, juga setuju dengan keinginan bu mentri, assesment untuk jabatan tertentu. > Remunerasi di Depkeu sebenarnya sudah mulai menghilangkan penyebab2 diatas, tapi sungguh disayangkan. Yang dirombak bukan pejabatnya tapi malah "kroco-kroco" yang notabene hanyalah tumbal korupsi. Sementara mereka yg menduduki kursi empuk, makin menikmati empuknya kursi. - No comment > Sementara itu buruh ya tetaplah buruh yang jadi korban kebijakan. Buruh di satu sisi tetap buruh yang kerja kasar dari pagi sampai malam kerja overload. Buruh di sisi lain makan gaji buta, karena sudah disingkirkan dan tak berguna. Mengurangi Pengangguran dengan menciptakan pengangguran baru dan memeras tenaga yang ada. Inilah sebenarnya Pemikiran yang aneh. > - saya kurang ngerti paragraf ini, tapi yang di mutasi akibat kebijakan baru ini tidak semuanya makan gaji buta dan tidak berguna masih banyak yang dapat dia lakukan dan akan dia lakukan, kalo kurang prima mungkin iya, biasalah sifat alami semua mahluk , menjadi tua, sakit dan mati, tapi siapa tau pada masanya mereka lebih prima... sebenernya pak sudrun ini reply agak out of topic, tadinya saya ingin memberi dukungan moral pada pak gatot yg mestinya bangga terpilih menjadi primus inter pares ( yg terbaik diantara sesamanya ) dan mestinya bangga diberi reward lebih istimewa dari rekan2nya yg lain.. disaat yg lain mungkin ada dalam keprihatinan... salam Jamie
