Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat siang semua miliser, di manapun anda berada. Hatur nuhun buat
kang zamzam atas ucapan selamat tahun barunya. Kumaha wartosna kang
Khobir, nuju libur nya'? Kang Dayu (masih latihan kang, punten alpa
selama 3 mingguan)? Kang Dedi, masih di Mamuju atau udah pindah?
Sohib-sohib terbaik di Marisa yang tak pernah saya lupakan,
ngomong-gomong soal pingpong, DJKN Manado udah pada 'bosen' main
pingpong, cuma 3 bulan aja bertahan, akhirnya tuh meja sekarang
nganggur. Selamat buat Artek Ismail dan Nanang Arifin atas mutasinya,
jangan lupa tetap sekolah dan 'lurus'kan NIAT. Teman-teman di
Gorontalo, Bimanyu Eka Yudha, selamat bung atas promosi nya. Pak Ustad
Sugeng dan mas Farichi atas mutasinya, mudah-mudahan sukses selalu
menyertai anda semua. Pak Ishak Sarbin di Ternate, semoga cepat sembuh
dan bisa sehat seperti sediakala, salam buat Pak Ony.  

Pagi ini, Kanwil DJPB Manado punya hajat besar menyerahkan seluruh
DIPA satker instansi vertikal dan daerah di Sulawesi Utara. Penyerahan
dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang didampingi oleh
Bapak Kakanwil DJPB Manado, Achmad Fadillah mengambil tempat di Gedung
Mapalus Komplek Perkantoran Gubernur Sulut. Alhamdulillah semua sudah
dibagi habis oleh segenap jajaran Kanwil DJPB Manado sebelum jam
setengah sepuluh pagi.

Sedikit catatan dari saya, yang mewakili Kanwil XVI DJKN Manado
mengambil DIPA pada saat itu, apresiasi tinggi saya berikan kepada
segenap jajaran Kanwil DJPB Manado, yang hampir semuanya 'On Time'
datang pada hajat besar tersebut. Saya terharu, saya memang tidak
tepat waktu banget, jam 8 lebih 5 menit baru saya masuk ke gedung
pertemuan dimaksud, akan tetapi tidak sulit untuk saya melihat mana
wakil dari instansi vertikal (dengan batiknya) dan mana wakil instansi
daerah (dengan pakaian dinas pemdanya), CMIIW. Jam delapan lebih 10
menit hampir semua perwakilan instansi vertikal sudah datang dan
menunggu Bapak Gubernur tiba, tidak ketinggalan Bapak Kakanwil juga
duduk menunggu. Akhirnya, hampir setengah jam kemudian, Bapak Gubernur
datang disertai oleh ajudannya yang masih muda dan gagah (alumni IPDN
bukan yah???)

Acara berlangsung dengan sukses, to the point, setelah acara
pengarahan oleh Bapak Gubernur, ditutup dengan doa, akhirnya DIPA
dibagikan secara simbolis kepada sepuluh satker yang sudah ditentukan.
Selesai. Tapi ada sedikit yang mengusik perhatian saya. Setengah jam
keterlambatan Bapak Gubernur di tempat yang tidak pernah macet dengan
pengawalan yang ketat pula, berarti banyak buat saya. Mengapa? Role
Model Employee itu bisa efektif kalau diberikan dari atas. Mohon maaf
sekali lagi Bapak Gubernur yang terhormat, seandainya Bapak datang
tepat waktu jam 8 tepat (wah, saya juga masuk kategori terlambat) ada
multiplier effect yang mungkin timbul.

Seandainya Bapak Gubernur tiba tepat jam 8, membuka acara, dan menutup
pintu gedung pertemuan kepada perwakilan satker-satker yang datang
datang terlambat, betapa satker-satker itu akan merasa 'terjewer'
kupingnya. Suruh yang datang terlambat berbaris di depan pintu
menunggu acara selesai dan dibagikan DIPA nya belakangan, sesuai
urutan kehadiran. Mengapa disiplin 'ala penyerahan DIPA' ini harus
diberlakukan, karena saya takut (sekali lagi CMIIW) satker akan
menganggap sepele kegiatan-kegiatan berikutnya yang berkaitan dengan
DIPA, antara lain, pembentukan tim pengelola DIPA/panitia pengadaan
barang/jasa, tender untuk pengadaan barang/jasa dan yang paling utama
penyerapan DIPA yang nota bene terus menerus rendah di semester
pertama, dan memuncak di triwulan akhir tahun anggaran (apa tidak
menciptakan efek inflatoir kalau begitu caranya?)hanya karena Bapak
Gubernur tidak 'tegas dan disiplin' soal waktu. Ini sebuah 'Starting
Point' untuk memulai pembangunan di daerah loh pak?

Sekali lagi, saya senang bahwa Presiden SBY memberikan contoh,
menyerahkan DIPA secara simbolis pada tanggal 2 Januari, yang tepat
waktu. Saya juga senang dan bangga teman-teman dari DJA dan DJPB telah
memeras keringat dan peluh untuk memberikan yang terbaik untuk
perubahan paradigma pengelolaan anggaran negara. Tapi, kita harus
merangkul banyak pihak untuk bahu-membahu memberikan yang terbaik
untuk bumi pertiwi. Kalau bukan kita; siapa lagi, kalau tidak
sekarang; kapan lagi. 

Mudah-mudahan, setelah sepuluh tahun reformasi (1998-2008) seperti
jalan di tempat, Departemen Keuangan bisa menjadi Pioneer dan Pilot
Project yang bisa menjadi Role Model Entity bagi kementrian lembaga
lainnya di nusantara ini.

Maju terus perubahan, 
Mari bergabung dan bergandeng tangan untuk menciptakan Indonesia yang
lebih baik...

Wassalamualaikum Wr.Wb.


Acep Hadinata
NIP. 060084387






  



   

 

 

   

   


 






Kirim email ke