Mohon maaf tulisan ini saya tujukan untuk teman2 di kantor pusat, sesuai subject di atas saya hanya ingin sumbang saran kalau aplikasi untuk gaji sebaiknya dipikirkan untuk diintegrasikan dengan aplikasi sistem kepegawaian. Saya membayangkan bahwa saat ini antara bagian keuangan dan bagian kepegawaian seolah tidak ada komunikasi, sehingga masing2 membuat aplikasi sendiri2 sesuai kebutuhannya masing2. Padahal data yang diinput untuk data gaji & kepegawaian hampir sama. Mulai akhir tahun lalu hingga saat ini kepegawian Kanwil/KPPN sedang proses input data untuk aplikasi kepegawaian, belum beres kepegawaian menginput data, keuangan juga minta dokumen yang hampir sama untuk bahan input aplikasi gaji. Dari peristiwa sederhana ini saya berpikir, kalau data yang diinput masih itu2 juga kenapa aplikasi gaji dan kepeg harus dibuat masing-masing secara terpisah? apa tidak lebih baik kalau dibuatkan aplikasi yang terintegrasi? Aplikasi tersebut dibuat oleh programmer DJPB yang handal...
Mohon maaf bahwa selama ini saya mendapat kesan pula bahwa aplikasi keuangan selalu mendapat perhatian lebih & didukung penuh oleh para progammer handal, tetapi aplikasi kepegawaian kurang mendapat perhatian, tidak ada tim dari programmer yang khusus menangani aplikasi kepegawaian, sehingga aplikasi kepegawaian seolah-olah dibuat asal-asalan, baik sistem, output maupun desain. Padahal kami sangat memerlukan aplikasi kepegawaian untuk mendukung tertib administrasi kepeg dikantor kami. Kalau unit2 kerja lain sudah bekerja dengan sistem komputerisasi (dengan program)kenapa kepegawaian tidak...? Kiranya teman2 yang dipusat dapat membantu memikirkan hal ini. Mohon maaf bila ada kesalahan.
