mas ganteng... :-) kl saja para calon pemimpin itu memang itikadnya baik,
menjadi pemimpin untuk memajukan bangsanya, mestinya kalah menang legowo
ndak usah menghasut, main uang atau apalah yang ujung-ujungnya merugikan
rakyat banyak.
menurut dugaan saya di negeri kita ini masih banyak pemimpin yang
menggunakan jurus kodok, menginjak bawahan dan cari muka keatasan. tanya
kenapa ?

Pada tanggal 05/02/08, jm_hndsm <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   tadinya saya nggak peduli masalah politik yang satu ini
> tapi ketika masalah yg satu ini mulai menggangu kehidupan persaudaraan
> di kampung saya, saya jadi bertanya tanya apa emang pilkada langsung
> tingkat gubernur atau bupati udah siap dilaksanakan di indonesia..
> banyak kasus yang terkait masalah ini akhirnya menyadarkan saya, apa
> demokrasi itu harga mati, atau musyawarah mufakat yang jadi jiwa
> bangsa dan pilar pancasila harus dihidupkan kembali..
>
> calon independent, koalisi partai atau apalah itu namanya biarlah
> bertarung di dalam gedung Dewan, jangan sampe mengajak rakyat yang
> nggak punya perlu apa apa bergerombol di jalan jalan, show of force
> bahkan berbuat anarki hanya karena hasutan agitasi dan provokasi...
>
> pepatah lama berlaku lagi di pilkada langsung
> kalah jadi abu menang jadi arang...
> gajah bertarung dengan gajah
> pelanduk mati di tengah tengah...
>
> Ya Alloh jadikanlah orang indonesia cinta damai dan keindahan.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke