Duh pusing...
Meskipun belum terjadi, tapi jujur saja, saya udah kepikiran kalaulah
remunerasi dipotong 15%, maka harus ada penghematan sekitar 350rebu per
bulannya untuk anggaran rumah tangga saya. Tentu saja cicilan BNI dan BRI tidak
mungkin lagi diganggu gugat. Pengeluaran untuk dapur juga selama ini sudah
sangat menghemat.
Duh pusing...
Kayaknya saya harus turun level dari KRL Pakuan Ekspress ke KRL Ekonomi Tidak
Ekspress... Dari turun level itu memang bisa saving kurang lebih 350rebu.
Tapi kebayang sudah konsekuensi yang harus dijalani atas mutasi moda
transportasi tersebut...
Berangkat dari rumah harus lebih pagi dari biasanya yang saat ini saja saya
harus berangkat dari rumah jam 05.15 wib, duh berarti nanti harus berangkat jam
04.45 wib, supaya bisa dapat duduk di kereta.
Andai telat dan tidak dapat tempat duduk, terbayang sudah harus berdiri 2 jam
atau lebih berdesakan sampai kadang tidak bisa bergerak, berpeluh dan rela
bertukar keringat dan "wewangian" dengan penumpang lain yang bersentuhan
didepan, belakang, samping kiri dan kanan. Dompet dan HP pun harus ekstra ketat
dijaga, belum lagi kaki yang terinjak, perut yang tersikut, kepala yang
terbentur...
Duh pusing...
Kenapa penghematan 15% dari BA 15 termasuk diambil dari pagu remunerasi sih..??
Kenapa gak dari belanja modal atau dari honor-honor tim yang masih begitu
banyak..??
Duh pusing...
semoga temen-temen gak sepusing saya...
NB : - Kabarnya pagu remunerasi sudah disaving 15%
- Pagu remunerasi sekarang berada pada BA 15 bukan lagi BA 69
# begitu dekat, tapi tak terjangkau #
# begitu nyata, tapi tak terlihat mata #
# begitu rindu aku #
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]