Komentar saya, hasil yang cukup baik sebagai langkah awal reformasi
birokrasi. Mengenai metode sampling, siapa respondennya mudah2an
percaya aja ama pihak UI, sehingga hasil ini bisa memberi gambaran
sebenarnya mengenai pelayanan depkeu.

Saya lebih tertarik dengan angka2 hasil survei antara ditjen yang
lebih banyak berhubungan dengan masyarakat umum dengan ditjen yang
berhubungan dengan departemen/satker lain di dalam pelayannya.

Tiga besar kepuasan layanan berada pada ditjen yang kecenderungan
melayani departemen/satker (pengeculian ditjen anggaran, hsl surveynya
rendah). Sedangkan pajak dan bea cukai berada pada urutan terbawa. 
Namun, kita tidak bisa serta merta memvonis DJP dan DJBC tidak baik
pelayanannya. Efek dari reformasi birokrasi, menyebabkan WP yang dulu
banyak mendapat kemudahan di dalam membayar pajak, bisa nego, sekarang
susah, bisa jadi salah satu faktor masyarakat menganggap layanan jd
susah. Dulu mereka tinggal beres aja..... Ini perkiraan saja, tentunya
kalo mau tahu ya harus membaca selengkapnya hasil survei tsb, karena
disana pasti dijelaskan indikator2 mengenai tingkat kepuasan.

Sedangkan hasil rata2 kepuasan per wilayah hampir merata. Ini bisa
membuktikan bahwa seluruh elemen depkeu sudah berusaha maksimal untuk
 mewujudkan program bu menteri. Salut buat jajaran depkeu di
Balikpapan. Wilayah jakarta kurang bagus, bisa jd kebawa efek dari
hasil survey di DJA yang tidak mempunyai instansi vertikal, jd ikut
jeblok.

Dan terakhir, tentu kita harus bangga dengan layanan DJPb, semoga Bu
Menteri nggak jd menurunkan/membatalkan remunerasi. Amin. 

Ada satu pertanyaan, survey diatas adalah tentang layanan jajaran
Depkeu ke pihak ketiga. Tentunya harus ada survey, atau ukuran tentang
keberhasilan kinerja depkeu dalam pelaksanaan tupoksi-nya. Ini juga
penting, karena jika kinerja dianggap gagal sesuai dengan output,
outcome, maupun benefit yang diharapkan, ya bisa2 ancaman Ibu Menteri
jadi kenyataan deh......  


Salam
Irv

Kirim email ke