Salut dengan Pak Amir. Semoga tetap istiqomah. Perjalanan masih panjang. Ketika
memulai (masuk) sebuah institusi atau apa aja, saya yakin dalam diri seseorang
tidak terbersit niat sedikitpun untuk korupsi. Tetapi, kenyataan yang ada
Indonesia merupakan negara terkorup nomor '?' (silakan isi sendiri mulai dari
wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia, Dunia). Banyak hal yang menyebabkan
seseorang melakukan korupsi, mulai dari dalam diri sendiri sampai lingkungan
tempat kita berada. Mulai dari yang sifatnya individual sampai merupakan sebuah
sistem.
Faktor dari dalam diri dan keluarga antara lain : karena kebutuhan yang
mendesak (sandang, papan, perumahan, biaya pulang kampung, dll), tuntutan dari
pihak keluarga (yang sering menyangka kita punya banyak uang)
Faktor dari luar antara lain : lingkungan tempat kita tinggal (seringnya
permintaan sumbangan kegiatan sosial (jangan salah persepsi lho)) dan
lingkungan tempat bekerja (sikap lunak terhadap berbagai bentuk penyelewengan
bahkan sikap sinis kepada mereka yang jujur) dll.
Ketika kita sudah berhadapan dengan hal-hal seperti itulah keberanian kita
akan diuji. Mampukah kita bertahan dengan hati nurani ? Semoga.
akoeanwar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Orang lain kadang senang melihat sesuatu yg bersih, tapi sering alpa
bahwa kebersihan juga dituntut dari dirinya;
Orang lain kadang senang dengan tidak adanya korupsi, tapi sering alpa
bahwa paling baik adalah memulainya dari diri dan keluarga;
Orang lain kadang senang dengan keteraturan dan tranparansi, tapi
kadang menghambatnya karena sudah terbiasa tidak tranparan;
Hidup ini sekali dan bukan dua kali atau berkali-2, cukuplah fragmen
kehidupan mengajarkan kita bahwa kita layak berubah menjadi paling baik.
Brovo anti korupsi...(siapa bilang korupsi tidak bisa diberantas...?)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]