Adanya Tes KPPN Percontohan Tahap IV sudah terlalu mangada-ngada. Mau butuh 
berapa banyak pegawai lagi? Pimpinan kita tidak bisa membaca situasi ini.. 
Kenapa tidak mencoba untuk mengevaluasi dari Tes-tes tahap sebelumnya, dari 
jumlah peserta dan kualitasnya makin lama makin menurun. Demikian juga 
peminatnya tidak segencar Tahap I dan II.

Dari jumlah peserta mau merekrut pegawai umur berapa? Yang tersisa sekarang 
tinggal  angkatan 85 yang notabene umur mereka sudah lewat dan tidak mungkin 
bersedia ikut tes, karena takut dimutasi. Dari Tes Tahap III saja sebenarnya 
masih banyak tenaga-tenaga potensial tapi rata-rata mereka pada mangkir tidak 
mau ikut tes walaupun telah dipanggil, karena posisinya sekarang masih baru 
masuk Jawa. Sebagian lagi karena dalam proses pindah ke eselon I lain. Kalaupun 
ada yang ikut tes tahap III  kemarin motivasinya semata-mata karena hanya ingin 
dimutasikan di Ibukota Propinsi..(ya maklum ..gak nahan di Remote Area).

Dari situlah saya menyimpulkan apa sih yang mau dicari itu? Kalau memang ingin 
membentuk KPPN dengan SOP Percontohan, ya sudah terapkan seluruh Indonesia. 
Kalau ingin mengurangi pegawai ya jangan tanggung-tanggung dong...kenapa tidak 
dilakukan seperti zamannya REOG KPN dan KKN dulu...Kenapa tidak lakukan langkah 
berikut:
1. Lakukan saja Tes pada seluruh Pegawai.
2. Hitung berapa Kebutuhan Ideal pegawai di KPPN type A, Type B, Kanwil dan 
Kantor Pusat. 
3. Buat SOP masing-masing Unit Kerja sesuai dengan beban tugas masing-masing
4. Lakukan Penempatan Kembali pegawai tanpa pandang angkatan, jenis kelamin, 
dsb. di seluruh Unit Kerja DJPB.
5. Mutasikan pegawai yang tidak memenuhi kriteria ke unit Eselon I yang masih 
membutuhkan.
6. Berikan Remunerasi yang Sepadan sesuai dengan Volume Kerja masing-masing 
unit kerja.
 
Dari segi biaya, coba hitung sudah berapa banyak anggaran yang dikeluarkan 
dengan tahapan-tahapan seperti itu, bandingkan jika itu dilakukan secara 
serentak. Kalau ingin mencari pola pelayanan yang tepat, bukankah dengan Tes 
Tahap 1 dan 2 sudah bisa diketahui bagaimana bentuk pelayanan yang ideal dan 
berapa banyak pegawai untuk bisa memberikan pelayananan yang betul-betul prima. 

Mungkin pandangan  saya ini dianggap terlalu cetek oleh pimpinan kita (Wallahu 
'Alam), karena saya memang tidak pernah mengerti kemauan pimpinan kita. Yang 
jelas saya hanya memberikan pandangan dari kacamata orang awam. "kalau ingin 
reboisasi, kenapa cuma menebang ranting-ranting pohon, kenapa nggak ditebang 
saja dari akarnya sekalian" Kalau ingin pegawai yang berintegritas kenapa harus 
ada tes-tes dengan sekian banyak persyaratan, padahal sudah jelas-jelas 
kehilangan peminat dan gregetnya.

Kalau sudah kehilangan greget, mari kita lakukan Reboisasi..eh..Revolusi Total 
DJPB, setuju???
Salam Reformasi....


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke