Ass. wr. wb.

Dengan berlakunya BAS, maka akun pendapatan dapat digunakan sebagai pendapatan 
atau sebagai pengembalian pendapatan, serta akun belanja digunakan sebagai 
belanja atau sebagai pengembalian belanja. Sehingga pendapatan/belanja 
mempunyai akun yang sama dengan pengembaliannya. Untuk membedakannya harus 
dilihat terlebih dahulu Dokumen Sumber-nya.

Sosialisasi BAS yang kemarin dinyatakan bahwa pengembalian pendapatan akan 
mengurangi pendapatan demikian halnya dengan pengembalian belanja akan 
mengurangi realisasi belanja. Dalam email ini saya mau berbagi pendapat dengan 
miliser tentang pengembalian belanja.

Pada aplikasi SAKPA08,  di laporan  realisasi anggaran belanja,  pengembalian 
pendapatan tidak manambah sisa pagu dana. Jadi rumus yang digunakan adalah sisa 
dana = pagu - realisasi kotor. Walaupun jumlah realisasi yang ditayangkan 
adalah realisasi netto karena ada pengembalian belanja.

Sedangkan di Laporan Realisasi Anggaran, angka yang digunakan adalah angka 
netto. 

Sebagai contoh, Satker A mempunyai pagu DIPA belanja 511111 sebesar 1 milyar, 
realisasi bulan januari 1.500.000, pada pertengahan bulan januari disetor 
pengembalian belanja 500.000, maka hasil di SAKPA08 pada laporan realisasi 
anggaran belanja % realisasi anggaran 0.15%, sedangkan di Laporan Realisasi 
Anggaran  % realisasi anggaran 0.1%.

Pertanyaannya : 
1. mengapa dua jenis laporan tersebut menghasilkan data yang berbeda ?
2. jika definisi pengembalian belanja adalah mengurangi realisasi belanja, maka 
jika ada suatu satker 
    melakukan pengembalian belanja (misal  belanja barang), otomatis sisa pagu 
satker ybs akan bertambah 
    sebesar pengembalian belanja dimaksud, sehingga uang pengembalian belanja 
tsb bisa digunakan lagi.
    CONTOH :
    Pagu belanja barang 1.000.000,- Beli ATK 500.000,- dan sudah di SPJ dengan 
terbitnya SP2D. maka
    sisa pagu satker tsb adalah 500.000
    dilakukan pengembalian belanja 100.000,- maka sisa pagu satker ybs menjadi 
600.000,-
3. jika memang benar pengembalian belanja mengurangi realisasi belanja, maka 
akan terjadi perbedaan 
    antara sisa pagu di SAKPA dengan sisa pagu di aplikasi SPM, karena di SPM 
tidak ada input SSPB.
4. tiap kali ada pengembalian belanja, maka sisa dana di karwas Perbendaharaan 
juga harus 
    disesuaikan.
5. Saldo buku besar per Akun  di SAKPA merupakan angka netto (tolong dicek)

Berdasarkan hal di atas, menurut saya terdapat  kesalahan di aplikasi SAKPA 
terkait dengan pengembalian belanja (saya belum cek di pengembalian pendapatan, 
apakah ada hubungannya dengan estimasi pendapatan). Ini merupakan implikasi 
dari penerapan BAS karena pembukuan yang diterapkan di seksi vera adalah netto.


Mungkin ada rekan2 yg berpendapat lain, tetap digunakan pembukuan bruto 
walaupun akun pengembalian sama dengan akun belanja?  Karena saya berpendapat, 
bahwa  nilai masing2 akun  di lap  SAKPA adalah netto, lain dengan pada saat 
masih menggunakan BPS, dimana pengembalian pendapatan/belanja  MAK/MAP-nya 
berbeda. 

Makasih. 

Irvan




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke