Pengamatan saya, untuk pengangkatan seseorang menjadi
CPNS/PNS, secara garis besar ada prosedur yang harus
di lewati:
Pertama, tentu ada formasi yang telah di tetapkan,
formasi ini di tetapkan oleh Men PAN;
Kedua, untuk pengisian formasi tentu ada serangkaian
tes/ujian2 yg di lakukan;
Ketiga, proses pengusulan dan persetujuan oleh Badan
Kepegawaian Negara (BKN);
Ke empat, hasilnya balik lagi ke Departemen, untuk di
tindak lanjuti oleh unit2 Eselon 1 nya dan dilengkapi
seluruh persayaratan sesuai ketentuan;
Ke lima, proses penerbitan SK oleh yg berwenang di
Lingkp Departemen.
Jadi ada prosedur yang sifatnya internal ( masih bisa
di kontrol oleh internal Departemen) dan ada faktor
eksternal ( di luar kendali Departemen)
Kasus untuk DJPBN yang terjadi, kemungkinan sudah pada
tahap, paling tidak, tahap ke empat atau kelima. Saya
yakin, pasti bagian SDM unit DJPB telah berusaha
maksimal, tapi barangkali nyangkut di eksternal DJPN.
Mana ada unit yang ingin membuat SDM nya "sengsara",
dis oriented. Jadi menurut saya perlu di teliti atau
di jelaskan sebenarnya masalah ini nyangkut di mana.
Hal ini sedikit banyak akan membuat tenang bagi SDM
yang terkait. Koordinasi intensif mungkin saat ini
dengan instansi/unit terkait satu-satunya cara yang
dapat di lakukan. Selebihnya berdoa agar yang
mengurus nasib SDM di bukakan hatinya untuk sepenuhnya
membantu proses adimintrasi CPNS sehingga tuntas.
Masalah cerita menjadi tulang punggung dan lain
sebagainya, saya kira ini memang menjadi tujuan
pengangkatan SDM dan kewajiban SDM untuk bekerja
dengan baik. Even downsizing organization on progress,
it is not only problem of reducing employee but fresh
blood also should be taking into account. Lupa saya
kata siapa itu.
Pakerti Hutomo.
--- sadri17 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ass.Wr.Wb.
> Om Yangkung, dan para pejabat Bagian Kepegawaian
> DJPBN dan milliser Yth,
> Saya cuma mau menambahkan apa yg ditulis oleh om
> Yangkung aja, bahwa
> di KPPN Tahuna, juga terjadi hal yg sama ada pegawai
> lulusan D.1,
> putra daerah, yg tentunya sangat ingin ditempatkan
> di KPPN Tahuna,
> (jarang lho orang yg mau ditempatkan di KPPN Tahuna)
> namun sampai saat
> ini belum diangkat sbg CPNS, kalo masalah kinerjanya
> gak perlu
> diragukan lagi dia menjadi tulang punggung juga
> untuk Sub Bagian Umum
> KPPN Tahuna, saya ikut prihatin dengan nasib teman2
> ini, dan
> sepertinya saya melihat melalui kacamata saya
> pribadi, mungkin hal ini
> menjadi suatu dilema, dimana di satu sisi kita
> kelebihan pegawai, tapi
> pegawia berlebih tersebut SDMnya kurang memadai, di
> lain pihak ada
> tenaga yg SDMnya potensial seperti teman2 lulusa D.1
> tersebut masih
> belum diangkat sbg CPNS, hal ini sepertinya terjadi
> di KPPN di seluruh
> Indonesia (kecuali di Jakarta kali ya), mungkin Mrs.
> Anandy yang
> charming dapat memikirkan hal ini dan mencari solusi
> yg terbaik, dan
> kepada rekan2 yg belum diangkat sbg CPNS, bisa
> bersabar karena semua
> pasti ada hikmahnya.
>
> Wass.Wr.Wb.
> Sadri17, Manado
>
>
>
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/