Sangatlah berlebihan antara KPP dan KPPN, melayang surat dari Kanwil DJP yg pada intinya permintaan soft copy dan NDP, permintaan hal tsb menyangkut penerimaan dengan permintaan per KPP Pratama dan KPP Madya, coba bayangkan transaksi yg ada pada bank persepsi selaku mitra kerja KPPN menu yg untuk SSP kode satker untuk KPP/KPP Madya tidak tersedia menu untuk itu, namun pihak KPP/KPP Madya memintanya untuk dikirim soft copy dan DNP nah apa ga berlebihan permintaan dimaksud. Dalam aturan main DJPB tdk ada menu untuk transfer data ke KPP/KPP Madya tentunya saudara-2ku sangat mengetahui hal ini (Aplikasi). Dari pihak KPPN tempat saya nimbrung melayanglah surat permintaan maaf yg tdk dapat memenuhi permintaan tsb. Mestinya kalau hal ini semua seantero meminta data-2 yg kayak tsb diatas seyogyanya antar eselon I berjalan bersama, mebuat aturan bersama, membuat aplikasi bersama, dan disosialisasikan bersama, hal ini sangatlah mengkait dalam pekerjaan sehari-2. yg sangatlah berlebihan lagi saudaraku coba untuk KPP semua dapat TKT sedangkan KPPN hanya percontohan yg dpt TKT apalagi Inpres di KPP masih diberikan kan enak sekali kerja ringan gaji besar sedangkan di KPP kerja berat gaji rendah dibanding KPP, hal ini enak jadi KPP permintaan data hanya main transfer melalui KPPN. hal ini yg perlu dikaji ulang. kita ini dalam satu Departemen satu naungan tapi berbeda rasa apa ini bisa menjaga kebersamaan yg berarti, hal ini bisa timbul kecemburuan sosial antara masyarakat Depkeu sendiri.
