Mungkin usulan ini agak berbeda dgn yg berkembang saat ini dimana pengelolaan gaji akan diserahkan ke Dep/Lemb. Agar pembayaran gaji pegawai negeri lebih efisien & efektif, satker (dep/lemb) lebih fokus pd tupoksinya, serta dgn mempertimbngkan pagu DIPA gaji yg terbuka, dan kompetensi peg DJPBn cq.KPPN maka saya mengusulkan agar pengelolaan gaji masih tetap dilaks KPPN.Justru apabila memungkinkan DIPA-nya dibuat terpisah per dep/lemb yg mengelola langsung oleh KPPN dgn dibentuk Seksi tersendiri. Namun agar pegawai KPPN tidak trauma dgn pengelolaan gaji maka perlu diadakan perubahan2 a.l: 1. Masalah pengkartuan gaji. Saya kira metode pengkartuan manual dpt diganti secara aplikasi komputer (temen2 DSP pasti bisa) & diprintout pada Kartu Gaji Perorangan saat ada perubahan gaji saja. 2. Utk meminimalisir kek gaji khususnya KGB saya mengusulkan agar otomatis setiap 2 tahun pegawai negeri diberikan KGB, sebaliknya apabila terdapat pegawai negeri yg terkena penundaan KGB satker membuat surat ke KPPN ( pd aplikasi gaji KGB dibuat otomatis setiap 2 thn KGB). 3. KP4 tidak perlu dikirim ke KPPN setahun sekali, cukup saat terdapat perubahan anggota keluarga. 4. Utk SKPP pindah ke KPPN lain saya kira formatnya bisa lebih disederhanakan krn data gaji ybs telah pakai aplikasi & utk mempercepat pengiriman data kita dpt memakai email www.perbendaharaan.go.id 5. Peraturan yg mendukung tentang Pedoman Belanja Pegawai harus ada & jelas. Dgn adanya perubahan2 tsb beberapa manfaat yg dpt kita peroleh: 1. Dosir pegawai menjadi lebih tipis 2. Pekerjaan temen2 KPPN yg pegang gaji menjadi lebih ringan 3. Pembayaran gaji bisa lebih cepat & akurat 4. satker (dep/lemb) bisa lebih fokus ke tupoksinya masing2 Semoga dpt menjadi pertimbangan.
Aryn KPPN Ambon
