On Thu, 8 May 2008 09:16:46 +0800 (SGT)

Ass.Wr.Wb.
Milliser yth,
Ada TIPSANI berupa artikel yang saya ambil dari milis 
tetangga. Mudah2an ada gunanya untuk morning tea di Jum'at 
pagi ini.
Atas kebaikan rekan moderator meneruskan artikel yang agak 
panjang berikut ini saya ucapkan terimakasih.

Wassalam,

Yangkung

Artikel :

DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang 
melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi 
Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia 
kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, 
dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa 
membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit 
kanker. Tidak percaya? Cobalah Anda rajin-rajin sholat 
tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, 
khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan 
kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang 
obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam 
desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud 
terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh 
Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi" Dengan 
desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam 
bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana 
Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan 
lalu.
Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya 
merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunah. 
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, 
khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan 
respon ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada 
imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi 
dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan 
individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi 
(coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar 
menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati 
wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, 
ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, 
kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai 
persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat 
dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang 
selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan 
secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. 
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi 
tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormone kortisol pada 
pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada 
malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 
69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormone kortisolnya 
normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena 
tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan 
temuannya ini yang membantah paradigma lama yang 
menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau 
doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian 
terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok 
Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 
23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud 
selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa 
yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat 
dimulai pukul 02-00-3:30! sebanyak 11* rakaat, masing 
masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. 
Selanjutnya, hormone kortisol mereka diukur di tiga 
laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika). 
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang 
rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda dengan orang yang 
tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas 
bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan 
individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang 
dihadapi dengan stabil. "Jadi sholat tahajjud selain 
bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan 
psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan 
coping yang efektif, emosi yang positif dapat 
menghindarkan seseorang dari stress, "Nah, menurut Sholeh, 
orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit 
kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan 
secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak 
terpa! ksa, seseorang akan memiliki respons imun yang 
baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit 
infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik 
medis, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat 
orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik. Sebuah bukti 
bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui 
semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugerah yang diberikan 
oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk masuk 
diakal kita?

  suba sita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum,
> WIB masih cukup pagi untuk minum teh, kata Lacoca :
> Tidak ada yang mustahil, selalu ada jalan yang bisa 
>menunjukkan kita. 
> Mudah2 an ada manfaatnya hasil "TIPSANI"  (kutip sana 
>sini- bukan tipu sana sini)
> Wassalam,
> Subasita 
>      ________________________________________________________ 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di 
>bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di 
>http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke