Sahabatku Agus, Kita pernah percaya pada janji janji dan kabar kabar seperti ini kita pernah berharap bahwa ucapan mereka itu mereka perjuangkan demi kita, kita pernah berpikir bahwa mereka sangat memikirkan keadaan kita dan apa yang kita rasakan sekarang adalah bukti bahwa kepercayaan kita itu adalah sebuah mimpi indah, tak ada sesuatupun yang pasti di dunia kita ini, terbukti kata Mr BIG waktu kita di kampus dulu "...we're goin where the wind blows...," mereka pernah bilang pola mutasi itu dari tempat terpencil ke kota besar lalu ke kota kecil lagi, aku nggak pernah tuh mendapati diri aku di kota besar oh iya aku sekarang di ibu kota propinsi tapi penduduknya sepuluh ribu jiwa, mungkin maksud kota besar itu yg bulatannya di peta sama besarnya kekekek...
Gus, kayaknya sekarang bukannya waktu buat bermimpi dan berharap teman2 kita yang paling baikpun berubah setelah sampai disana bukan karena mereka tidak memikirkan kita, tapi mereka berpikir keselamatan diri masing masing, aku sempet ketemu dengan mereka kemaren2 dan beberapa dari mereka rela lewatkan malem bareng aku , kenyataannya memang mereka masih asyik secara pribadi tapi secara kedinasan, segede apa sih taring mereka kini, oke gus, salam buat bajak laut angk kita lagi di marjinalkan tapi tenang aja, kita akan lunasi utang ini... kalo perlu dengan darah dan air mata... keep the faith old buddy zamzam --- In [email protected], Agus Nursetyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth. Miliser, > Menanggapi Remote Area, karena kekurangan dan ketidakmengertian serta tidak mengikuti perkembangan berita dan informasi maka perkenankan saya bertanya : > 1. Apakah kriteria/batasan Remote Area itu dan apakah konsekwensi yang diterima oleh pegawai yang berada dalam wilayah yang dinyatakan sebagai remote area? > 2. Apakah itu nanti ada korelasinya dengan grade pegawai, karena selama ini kami merasa berada di daerah yang ekonominya relatif sulit dan terpencil ternyata hanya diberikan grade yang paling rendah. > 3. Apakah remote area itu mengacu pada Keppres 34/1996 dan keputusan bersama Depdagri dan Depkeu tentang daerah terpencil ? > Terima kasih. > Salam dari Lembah Baliem. > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
