Detik Com 31/05/2008 18:26 WIB Jakarta - Modus operandi penyuapan di tubuh Direktorat jenderal Bea dan Cukai makin canggih menjadi alasan kenapa Dirjen Bea dan Cukai meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok.
Dirjen Bea dan Cukai Depkeu Anwar Suprijadi mengaku pihaknya belum mempunyai alat dan kemampuan yang bisa melacak modus operandi penyuapan di Bea dan Cukai. "Semula suap fisik antara importir dan petugas, namun sekarang sudah melalui transfer, kurir, via telepon dan SMS," urainya melalui pesan singkat kepada detikFinance, Sabtu (31/5/2008) Dengan modus baru tersebut Anwar mengatakan pihaknya tidak mempunyai alat penyadap untuk melacaknya. "Kemampuan dan tenaga kami juga terbatas, sehingga institusi yang lebih kredibel seperi KPK, sesuai kesepakatan, KPK akan membantu kemampuan petugas Kepatuhan Internal Bea dan Cukai," tuturnya. Anwar menegaskan dirinya sebenarnya yang meminta KPK melakukan inspeksi mendadak KPU Tanjung Priok. "Ini sesuai dengan surat saya tanggal 29 Mei 2008, karena modus operandinya makin canggih," ucapnya. Seperti diketahui petugas KPK Jumat (30/5/2008) hingga Sabtu (31/5/2008) dini hari menggeledah KPU Bea Cukai Tanjung Priok dan KPK menemukan sejumlah uang dalam jumlah besar yang diduga uang suap. ====================================================================== > Dengan terungkapnya praktek korupsi > di KPU BC Tanjung Priok. > Membuat korps Depkeu kecewa berat > Bahkan hal itu sudah sangat keterlaluan > dan oknum2 BC yg masih melakukan praktek > korupsi itu benar2 memiliki mental > lebih kurang sama dengan hewan. > (maaf sedikit kasar) > Kenapa aku bilang spt itu ???? > Aku bisa paralel kan dgn Kucing di rumahku > Kucing itu udah dikasih makan > 3x sehari diberi tampat tidur nyaman > dilindungi dari binatang yg jahat > spt anjing yg suka mengejarnya > tp apa yg dilakukan kucing itu > kita meleng sedikit aja > ikan yg diatas meja makan hilang digaruk > dengannya, sesudah selesai makan hasil curian > pulang lagi kerumah spt tdk merasa berdosa. > Apalagi para oknum pegawai KPU BC Tanjung Priok > mereka itu adalah org2 pilihan > Sudah lolos seleksi Assement, > diberi gaji, diberi TKPKN, dan ditambah TKT > kurang apa lagi utk soal renumerasi > tp masih jg suka "mencuri" > padahal mereka punya hati, pikiran, agama > keluarga. > Aku berharap perbuatan tercela > para oknum Pegawai KPU BC Tanjung Priok > ini menjadi pelajaran utk semua kita. > Aku percaya di DJPBN hal2 yg spt > ini sdh tdk ada. > > Salam Damai > > From Sego Gandul City >
