Akhirnya kebobrokan yang sudah menjadi rahasia banyak orang terbukti kembali. Lagi-lagi BC menjadi sorotan atas mental korupnya yang tak pernah reda. Sepertinya aparat Bea Cukai tak pernah jera dari segala macam himbauan dan ajakan agar lebih berbenah diri. Apa yang belum diberikan pada Bea Cukai? Selain TKPKN yang telah dinaikkan bersama jajaran lainnya di Departemen Keuangan, mereka juga diberikan TKT yang besarannya sekitar 5 juta an untuk setiap pegawai. Bagi mereka-mereka yang di kantor pusat atau bertugas di kantor non pelayanan, jangan khawatir karena mereka diberikan makan siang di kantor dengan menu yang lumayan mewah. Jadi selain mereka mendapat tunjangan makan sebagaimana PNS lainnya, mereka mendapatkan jatah makan yang kita tidak pernah tahu dari mana dana untuk mengadakan makan siang itu berasal. Karena selama ini memang tidak pernah ada uang makan yang dianggarkan oleh Kementerian/Lembaga. Jika ini masih dibilang kurang, label apalagi yang pantas diberikan pada mereka?
Sudah semestinya pemerintah, dalam hal ini Departemen Keuangan lebih tegas dalam menerapkan sangsi. Ingat, Departemen Keuangan adalah salah satu instansi yang tengah menjadi sorotan dalam reformasi birokrasi. Dengan menaikkan tunjangan hingga puluhan juta rupiah diharapkan korupsi dan aksi suap tidak ada lagi di departemen ini. Tapi apa lacur, ternyata reformasi remunerasi yang diidentikkan dengan carrot (wortel) tidak membuat aparat menjadi lebih baik. Kini lah saatnya Ibu Menteri mengayunkan pecut (stick) nya agar masyarakat luas tahu bahwa masih ada hukum di negeri ini. Dan tidak ada yang kebal di Indonesia ini. Termasuk aparat Bea Cukai yang semestinya malu dengan PNS dari instansi-instansi lain dengan gaya hidup mereka yang begitu mencolok. Kini kami sarankan, Ibu Menteri dapat memulainya dengan mencopot Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Tanjung Priok. Bagaimanapun seorang pimpinan musti bertanggungjawab atas segala tingkah polah anak buahnya. Dan aksi pencopotan ini perlu di publikasikan secara luas. Langkah ini diyakini dapat memaksa para pimpinan instansi lainnya untuk menerapkan pengawasan lebih ketat pada bawahannya. Jika hanya pelaksana dan pegawai bawahan yang dihukum, percayalah hal ini akan menjadi semacam seremonial yang menjemukan. Bukan rahasia lagi, sebagian bawahan melakukan hal ini bukan hanya karena kemauannya sendiri, tapi juga karena desakan dan arahan dari atasan. Umpan dan setor ke atasan sudah menjadi hal biasa dalam birokrasi seperti Bea Cukai, KPPN, kantor Pajak, Imigrasi, dan semacamnya. Untuk menghentikannya mudah saja. Berhentikan dan copot kepala kantornya!! Beranikah Bu Menteri??? click http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php "Fighting corruption means that you are helping your citizens to live in a world that, if not completely egalitarian, is at least more fair, where people are rewarded on merit and effort and not because of their dishonesty." [Abdou Latif Coulibaly, TI 2005 Integrity Award winner] [Non-text portions of this message have been removed]
