On Tue, 25 Apr 2000, I Made Wiryana wrote:
> On Tue, 25 Apr 2000, Iman S. H. Suyoto wrote:
>
> > > Oh iya...setelah sering mewakiliki Indonesia untuk SRIG-PS (Profesional
> > > Standardisation IT) ini saya sadar bahwa "OPen Mind" bukan sekedar "Open
> > > ke banyak produk" tapi open to the "concepts" dan membentuk pandangan yang
> > > holistik
> >
> > satuju.
> > dan kalo dipikir-pikir mikrodata tuh media yang sip. di mikrodata ada
> > macem-macem konsep. seingat saya, mikrodata
>
> Justru itu pikiran bahwa "pilih produk A", karena kecocokan, dan pilih
> "produk B" karena cocok mungkin bisa menjadi "trap" dalam mempelajari
> teknologi. DAn lalu mengambil asumsi bahwa hal itu adalah demi tujuan
> "Open Mind" efektifitasnya masih perlu dipertanyakan.
>
> Artinya "tempation" untuk mempelajari produk (berjenis produk" akan lebih
> besar dari pada mempelajari teknologi di belakang produk. (contohnya..
> kita jarang yang mengulas prosesor selain INTEL 8-), kompatibiltias hanya
> dibandingkan dg teknologi WINTEL..dll).
well, pada kenyataannya ada, yaah, kira-kira, sebuah relasi one-to-one
antara produk dan teknologi. ngapain juga nawarin produk lain kalo
teknologinya sama aja. (ada sih, cuma biasanya kalo gini ada apa-apanya).
> Saya sendiri lebih suka.. memilih salah satu "produk" yang memungkinkan
> kita mempelajari berbagai jenis teknologi secara mendalam dan transparan.
"berbagai", kan? bukan "segala"?
> Kebetulan saat ini yang bisa memberikan hal itu adalah Linux dan Open
> Source software (FreeBSD, relatif Unix technology, FreeDOS- DOS
> Technology, HURD bisa microkernel technology, Linux tergolong cukup
> "lengkap" memiliki teknologi yang mewakili teknologi saat ini).
wah, saya saran mah, mas made"belanja" dulu, deh.
saya sendiri bukan pem-"belanja" yang baik juga sih. ada niat, cuma belum
kelaksana.
> Mempelajari bermacam "produk jadi" (bukan menjadikan produk) akan
> menempatkan kita lagi sebagai "pembelanja produk". Justru itu attitude
> bertanyaan misal :
>
> "Mengapa pakai Linux untuk desktop, Linux kurang cocok untuk desktop
> hanya cocok untuk server mending OS lainnya"..
>
> Sebaiknya dimodifikasi menjadi :
>
> "Bagaimana membuat Linux yang cocok untuk desktop kita"
kalo saya ingin memodifikasi lagi menjadi:
"kenapa juga mesti linux? os lain kan ada yang belum cocok jadi desktop.
jadi jangan linux doang."
> Dan diharapkan di akhir perjalanan dan eksplorasi ini akan mendorong kita
> membuat sistem sendiri.
amin.
> Kalau hanya pilih-pilih OS akhirnya kembali lagi seperti 10 tahun terakhir
> ini... IT kita belum bisa berbicara... 8-( Linux saya pilih di antara OS
> Open Source lainnya karena alasan non teknis.
wah, ga juga sih mas. justru ini efek dari kemajuan teknologi. produk
(termasuk os) makin banyak, sehingga para pemakai juga makin punya banyak
pilihan. kita mesti ngeliat itu sebagai kenyataan.
contoh nyatanya aja deh, kita liat beberapa webhosting yang nyewain
servernya nawarin os-nya bisa kita pilih. nah, mereka ini yang bisa
ngeliat bahwa orang itu beda-beda. dan kalo kita sebagai penjaja maksain
kemauan kita terus, lama-lama bisa kabur pembeli.
Iman S. H. Suyoto
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List (milis) MIKRODATA
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
Website : http://mikrodata.co.id
FTPsite : ftp.mikrodata.co.id
Archives : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
Milis ini menjadi kontribusi rubrik Konsultasi, Klinik Virus, Opini IT,
Klinik Linux, dan Antar Pembaca di MIKRODATA, Info Komputer,
Detikcom (i-Net), KOMPAS Cyber Media (KCM), dan AntiVirus Media.