On Thu, 27 Apr 2000, Iman S. H. Suyoto wrote:
> yah, laen hal sih kalo emang ga butuh powernya word processor. kalo kaya
> gitu mah, saya ngetik html pake teks editor biasa juga jalan terus.
Lho.. apa sih powernya "Word processor" ???? ini yang ditanya oleh Donald
Knuth dan sekarang banyak researcher mempertanyakan kembali efektifitas
Word Processor untuk menulis dokumen besar.
> aduh, mas made kayaknya kelamaan di hutan nih. saya sendiri pemakai word
> processor, tapi saya juga ga ngelupain struktur.
Memang saya kelamaan di hutan dan gagap teknologi. Mungkin karena saya
cuma pakai text processor yang pas-pasan jadi produktifitas saya lebih
rendah dibandingkan rekan-rekan yang pakai "Word processor modern" 8-)
Tapi walau kelamaan di hutan masih bisa membedakan mana yang "sturctured
based" dan mana yang "presentation based". 8-)
Word processor ini tergolong presentation based document processing. Lyx
ini tergolong Structured based document processing. Ini dua makhluk
yang berbeda dan untuk suatu tugas yang satu lebih tepat dari yang lain.
Makanya pada KOffice diberikan 2 modus,
- Modus structured base (ala Desktop publishing)
- Modus presentation based (ala word processor)
Untuk penulisan sesuatu yang free form dan non kontekstual maka modus Word
processing lebih cocok. Tapi untuk penulisan yang tidak free form, dan
kontekstual (buku, paper, artikel) maka pendekatan ala document processing
lebih tepat.
> ya emang, ps itu buat layout. ginih, ps itu kan udah didukung dimana-mana.
> terlepas itu format apa, kan yang bisa dibuat itu software yang
> seolah-olah bisa bikin ps itu jadi structured document.
> di atas saya juga udah bilang tex ama latex (di posting sebelum ini).
He..he.he PS itu sudah digantikan oleh PDF saat ini karena PDF bisa
menyimpan "struktur" (sama sama dibikin oleh Adobe).
Struktur yang saya maksud bukan "sturktur persentasi" tapi struktur
kontekstual. Ini yang membedakan antara pengolahan dokumen yang
berbasiskan konsteks (yang dibutuhkan untuk pengarsipan, penerbitan dll),
dan pengolahan dokumen yang tak berbasiskan konteks.
> katanya bukan penggemar word processing, tapi kok pake amipro (bukan
> amiprod)? dan klausa yang terakhir itu jangan-jangan hanya sinisme
> terhadap microsoft saja, karena setu saya amipro ada setelah ms word.
Wah.. salah Amipro itu ada sebelum MS Word..for Windows (maksud saya)...
Amipro 2.0 udah mature, Word for Windows baru keluar. 8-). Saya pakai ini
waktu jaman ambil S2, belum pakai Lyx dan belum bisa ngebedain antara
kontektual dokumen dan non kontekstual.
Waktu itu saya juga menganggap rekan-rekan yang menulis dokumen dg SGML
dan LaTEX, saya anggap "kelamaan di hutan" dan nggak tahu perkembangan
jaman. Tetapi ternyata setelah saya makin belajar.. saya sadar "jalan
yang kurang pas". Dan saya menyesali.. hal itu.. makanya saya sekarang
mencoba "membagikan pengalaman buruk". Apalagi melihat bagaimana persh
penerbitan di sini mengembangkan sistem "document processing mereka"
sehingga bisa menekan ongkos produksi dan lebih cepat mendisain hasil
penerbitan.
Amipro (Wordpro) saya pakai saat ini ketika saya membaca dokumen lama
saya... 8-(
Saya sih nggak ada masalah sinis atau tidak (emang gua digaji berapa untuk
sinis ama MS 8-)
IMW
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List (milis) MIKRODATA
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
Website : http://mikrodata.co.id
FTPsite : ftp.mikrodata.co.id
Archives : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
Milis ini menjadi kontribusi rubrik Konsultasi, Klinik Virus, Opini IT,
Klinik Linux, dan Antar Pembaca di MIKRODATA, Info Komputer,
Detikcom (i-Net), KOMPAS Cyber Media (KCM), dan AntiVirus Media.