On Fri, 07 Jul 2000, lo nulis:
> Bukan kurang fanatik tapi disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan.
>
> Seperti sekarang saya harus membuat suatu sytem sekuritas untuk online
> transaction yang menggunakan datafeed dari BEJ dan kemudian di sebarkan ke
> seluruh anak cabangnya milik salah satu provider sekuritas yang lumayan
> besar.
> Jika aplikasi tersebut dapat di buat dengan Linux dari mulai front sama back
> end nya dan sanggup mengimplemtasikan bahwa hal tersebut akan jauh lebih
> murah kenapa `ngga mengajukan proposal ttg tersebut dengan menggunakan Linux
> .
> Dan saya pun pernah mengajukan untuk system internetworking untuk Akzo NObel
> Indonesia dengan menggunakan linux sebagai server server mereka dan ternyata
> di tolak oleh Headquarter mrk di Belanda dan mereka menyuruh kami untuk
> memakai microsoft system semua .
>
Sama dengan kasus saya di Bank Duta, tadinya pake NCR dengan Unix AT&T dan
waktu mau ganti system, saya treak2 untuk coba Linux, karena sama environtment
nya *nix dan aplikasi yg jalan dibawah Thoroughbred juga semuanya sudah diport
ke Linux (Ref. Bill Pastel /Director Marketing Thoroughbred) ditambah lagi
aplikasi semua dalam bahasa Indonesia en milik sendiri (saya ikut developed).
Pilihan jatuhnya ke NT sebab gitu sarat dari aplikasinya yang harus disewa
1,7jt USD per tahun. Ditambah lagi ngadain server2 baru yg kapasitasnya gede2
amat cuma buat konek ke JKT karena pake NT en terus akhirnya orang2 EDP semuanya
kerja keras buat bulak-balik recover database, never ending story dah.. nasabah
antri euyyyy... Pimpinan bilang.. Liat dengan system baru nasabah tambah
banyak..:(
Bukan nasabah tambah banyak, waktu pake Unix nasabah nggak sempet antri jadi
keliatan sepi.. bagus juga yak.. mau ramein counter ganti aja sistem sama yang
le'le't
Mana enginer bule' nya bikin gondok, gaji gede amat, waktu ditanyain problem
cuma dijawab "wait.. i'll call HQ" trus nunggu deh jawaban dari S'Pore apa yang
harus dibikin :(
Gara2 itu kali ya.. saya dipindah ke Marketing (jarang2 ada carier di Bank dari
EDP ke Marketing). Saking keselnya, test ah pasang Linux pake Pentium 120 aja
en install SAMBA ( Memory 32 mb, HDD 1,2 Gigs, Slackware, telanjang dibawah
meja), OS Level pasang diatas NT punya yg cuma 32. Maka dari Ujung Pandang
sampai Lhok Seumawe yang keliatan cuma Server mungil itu... JKT bingung en
ujungnya langsung nunjuk itu si Umar kali yg pake Linux ... woaaaaaaa... gue
kena marah.... (Jangan ketawa ZEN....).
Sekarang tinggal history, itu mungkin suatu contoh yang dimaksud "hiden cost"
oleh IMW dan jadi pelajaran buat saya pribadi. Hal ini saya ceritakan karena
saya nggak di Bank Duta lagi karena memilih resign daripada test untuk ikut ke
Danamon, capek jadi pegawai, pengen punya pegawai. Dari diskusi terakhir dan
waktu pamit, saya bilang "Karena ulah saya + Linux, maka sekarang saya sanggup
berdiri sendiri, dengan asset sendiri, serta secara moril telah melampaui
Bapak, karena saya sudah punya pegawai dan Bapak masih jadi pegawai, terima
kasih atas kesempatan yang pernah diberikan" Ngeloyor lah saya dengan dada
busung.
Bank Duta sekarang harus merger bersama yang lainnya dengan Danamon untuk
mencukupi struktur modal, apakah ada hubungannya dengan penggantian system
baru? Tidak jelas buat saya, hanya dari rapat anggaran terakhir yang saya
ikuti, bahwa implementasi system menyerap biaya tertinggi dari seluruh komponen
biaya yang dianggarkan. Kemana rekan2 seperjuangan akan mencari rejeki, juga
tidak jelas, masing2 menyelematkan diri.
Bukan salah NT nya atau Linux nya tapi Decision Makernya karena dari suara
sumbang rekan2 BSH (Barisan Sakit Hati, saya nggak) bahwa system yg baru ini
memungkinkan komisi yg sangat besar, tapi pakai yang lama apalagi kalo Linux
apa yang bisa didapat ? Ujung2nya memang merubah culture itu pekerjaan yg
teramat sulit...dan korbannya sangat banyak.
--
http://www.pointer.web.id
-------------------------
M Umar S Tjokroaminoto
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Website : http:[EMAIL PROTECTED]
Archives : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.