On Thu, 31 Aug 2000, Iman S. H. Suyoto wrote:
> > > > New Document --> Template ---> Edit --> Final Document
> > > >
> > > > New Document --> Edit ---> Tempate (Style) --> Final Document
> > >
> > Coba tolong kasih contoh, 8-) jangna cuma bilang masa sih he..he.he
>
> di word processor, bisa juga new document, terus edit, terus jadi
> template.
> gitu maksudnya. caranya, ya tergantung word processornya. secara umum
> ya, kira-kira save as template lah gitu.
He..he. tampaknya bukan itu yang saya maksud.
Dalam pemrosesan hasil akhir dokumen, di Word processor template itu sudah
tak digunakan lagi (jadi template digunakan pada pre-processor sebelum
editing).
Jadi prosesnya pada LaTEX berbeda (atau pada text processor) ini saya
ambil gambaran kasar proses yang dilakukan oleh text processor
http://wiryana.dhs.org/artikel/Word-Processor/process-Latex.jpg
Oh iya gambar ini "code"-nya bisa diliat di
http://wiryana.dhs.org/artikel/Word-Processor/process-Latex.latex
Kembali ke masalah proses, jadi di text processor si template akan
digunakan untuk menghasilkan file output yang bersifat "device
independent" (tak pengaruh apakah ke printer, atau data text, atau
monitor).
Pada word processor, template dimasukkan sebelum prosess ini (di saat
membuat dokumen).
> > Anda buka document, dg template, ubah template.. hasilnya pasti masih
> > bisa.
>
> saya ga ngerti maksudnya paragraf ini. hasilnya pasti masih bisa...
> masih bisa ngapain?
Masih bisa mem-"break konsistensi" (misal tulisan Bab 1 diubah menjadi
berfont lain) atau aturan tak boleh ada 2 spasi setelah titik akan
ditabrak juga. (Ingat saya membahas dokumen yang harus terjaga
konsistensinya).
Mekanisme "style, package" yang diproses di belakang, memudahkan ketika
kita mengganti "style" (misal ketika saya submit ke AMS - American
Mathematic Socity, yang dilakukan tinggal merubah style).
> > Word Processor, Text Processor, Content Management memiliki fungsinya
> > masing-masing. Tetapi banyak yang terjadi untuk pekerjaan yang
> > membutuhkan konsistensi (lebih tepat memakai text processor, atau
> > CMS) orang tetap nekat memakai WP
>
> dalam keadaan tertentu, kan, tiada rotan akar pun jadi.
> dan, kalau akar itu pada saatnya bisa berfungsi sebagai rotan, pake aja.
> atau kaya makan pizza, yang bener pake sendok atau tangan atau
> garpu+piso? saya kalo lagi di restoran ngeliat pemandangannya
> macem-macem. katanya, sih, pake tangan mestinya. tapi pake sendok ama
> garpu+piso, sama aja rasanya. emang makannya lebih lambat sedikit, tapi
> sama-sama hepi, kok.
Saya rasa kalau ini sudah bicara hal lain (saya nggak mau memperpanjang
lagi diskusi, sebab keliatan sudah nggak jelas juntrungannya) Kalau
memang ingin diskusi dan debat silahkan berikan materi bahasan yang jelas,
nggak bisa cuma "ya" dan "tidak" tetapi tanpa memberikan contoh atau
penjelasan.
Saya rasa kurang cocok mengambil analogi antara cara makan dengan cara
kerja (analogi adalah hal yang berbahaya). Karena dua hal ini adalah yang
berbeda, sekali.
Saran saya bila membahas tool yang kita pakai kerja (activity theory
approach akan lebih cocok), nggak akan sama dg kalau kita bahas tool yang
sangat dipengaruhi selera dan kebiasaan saja. Activity Theory (Bonny
Nardi) menjelaskan hal ini, saran saya silahkan baca buku ini (bisa
didapatkan "mungkin" di Fakultas Psikologi, atau juga jurusan komputer)
Debat dan diskusi boleh boleh saja, asal memperkaya informasi kedua belah
pihak (walaupun akhirnya tak ada kesepakatan itu bukah hal yang penting)
yang lebih penting adalah saling berbagi informasi.
IMW
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.