On Tue, 26 Sep 2000, Flory Katriena wrote:

> Hehe..... mungkin karena kita biasa mengukur dari "tampak luarnya" padahal
> yg dihasilkan bisa jadi lebih dari itu. Banyak teman2 Flory yg ternyata

Betul.. ini yang sering melanda kita.. mencoba mempelajari sesuatu yang
dari luar keliatan paling "asik" paling "fancy" tanpa mau tahu di dalamnya
seperti apa 8-(  Sehingga kadang-kadang ini mendorong ke arah pengeluaran
dana yang kurang pas (kalau itu duit sendiri sih masih mending,.. kalau
duit negara, alias rakyat.. gimana..he.he.)

> ngerti dan pernah menggunakan LaTEX, justru saat mereka kuliah di
> luar-negeri..... kelihatannya memang LaTEX menjadi standar textprocessor
> untuk menulis dokumen di uni-uni tsb.

Betul.. ini pengalaman yang sering dikemukakan teman-teman.. Kata mereka..
"Koq bisa.. ulusan Computer Science nggak pernah pakai LaTEX ? heh.eh.e"
bingung mereka.. karena di sini relatif sudah jadi "standard" (misal kalau
toh mereka nggak pakai lagi, tapi pasti pernah mempelajari untuk
memakainya).

> menggunakan LaTEX..... tapi memang karena keunggulan LaTEX ini tidak
> pernah bisa dikatakan kalau kita tidak pernah mencobanya dulu :-)

Banyak keunggulan LaTEX yang tergali setelah kita mencobanya... dari
tampak luar kita nggak bisa menilai langsung... 8-).  Tapi setelah masuk
ke dalamnya baru terlihat apa yang bisa dilakukan di LaTEX dan sulit
dilakukan di Word Processor... (makanya di Tek--kotek--kotek, saya mulai
dari feature yang model ini, jadi menarik orang yang ingin mempelajari
LaTEX.

> BTW, ada yg tanya ke Flory...... bagaimana cara ikut berkotek di komputer
> yg terbatas, hanya 386dx/mem 4mb/monitor CGA/ethernet, tanpa X? Apa harus
> export ke komputer yg memiliki X bila ingin melihat 'hasilnya' sebelum
> dicetak?

Bisa juga pakai ghostscript yang untuk SVGAlib (jadi nggak perlu X), dan
lagi kayaknya di mgr (GUI non X) ada juga programnya. Atau pakai
Ghostscript for DOS.

Jadi saya pikir.. kalau kita untuk mengetik (misal di sekolah, atau pun
jurusan yang ngetiknya nggak terlalu variatif .h.e.he.) kenapa harus perlu
mahal-mahal beli hardware..  Kenapa nggak mencoba mempelajari mengetik dg
LaTEX..

Toh perintah yang dipakai kalau untuk model tulisan tertentu nggak akan
banyak-banyak (environment yang digunakan juga kan terbatas).  Misal
jurusan sosial paling enviornment yang dibutuhkan centering, quotation,
quote, kalau sastra tambah "verse".   

Dan fungsi seperti "footnote" serta bibliography akan sangat membantu
mereka.. (oh iya. dulu waktu kuliah saya sering ngebantuin ngetik
temen-temen jurusan sosialh.eh.eh.e. biasa.. biar kenal.. namanya juga
anak muda).

Pendapat saya ini sebetulnya "tidak aneh" di Bielefeld ini, karena anak
Jurusan Sastra pun ngetik pakai LaTEX

Oh iya.. gampangan mana sih beli hardware mahal agar bisa ngejalanin
program "Office" yang berat, atau belajar LaTEX yang "simple" .he.he.he

IMW



------------------------------------------------------------------------
Forum Komunikasi Penulis-Pembaca MIKRODATA (FKPPM)

Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip     : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP       : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml

Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.

Memakai, Menyebarluaskan, dan Memperbanyak software bajakan adalah 
tindakan kriminal.

Please check with the latest AVP update before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip

Kirim email ke