Ass.Wr.Wb
Jazakalloh atas informasi dan pertimbangannya Pak Umar
Wassalam,
Indra Wardhana
-----Original Message-----
From: M Umar S T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, October 24, 2000 9:07 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [MIKRODATA] Mas Eko di RCTI
What's a name ?
Yah sekedar nyambung supaya canda ada gunanya juga.
Nama adalah identitas, dalam ajaran Islam seseorang akan dipanggil dengan
namanya atau nama bapaknya sewaktu berhadapan dengan sang Khalik.
Umar bin Jusuf ( Umar anaknya Jusuf, saya sendiri ) dan isteri saya tidak
akan dipanggil dengan Izma istrinya Umar akan tetapi Izma binti Rizal (
Izma anaknya Rizal) sebagai identitasnya.
Dari hal tersebut jelas nama sangatlah penting, berusahalah memberikan
nama yang baik kepada anak-anak, sebab identitas itu akan dipakai terus
sampai nanti, hendaknya penuh dengan harapan yang baik apalagi akan
dipakai memanggil oleh sang Khalik, alangkah sedihnya kita kelak bila
bernama tidak baik.
Bila ada manfaatnya silahkan diambil bila dianggap tidak mohon diabaikan
pengalaman saya memberikan nama anak-anak saya.
Anak Pertama seorang Wanita saya beri nama Aisyah Ramadhani dengan harapan
dan kenangan sebagai berikut, lahir di Bulan Ramadhan dan Aisyah diambil
dari wanita yang sangat disayangi Rasulullah, disimpulkan hendaknya
menjadi wanita dengan karakter Aisyah dan jiwa yang suci sesuci bulan
Ramadhan.
Panggilannya Rara yang berarti Merah dalam bahasa Batak karena memang
merah sekali dia waktu lahir.
Anak Kedua seorang laki-laki saya beri nama Ahmad Khalid dengan
kelahirannya yang premature 7 bulan, waktu saya lihat sangatlah lemah,
kecil akan tetapi berparas cantik. Rasa khawatir menyelimuti diri, saya
coba mencari nama-nama yang baik. Ahmad dari nama Rasulullah Muhammad dan
Khalid dari seorang pejuang Islam yang sifatnya menjadi tauladan pada
masanya. Rasulullah tidak perlu disangsikan sedang Khalid adalah seorang
pria berjulukan Pedang Allah, sangat berani, selalu berada didepan
disegala medan pertempuran, baik sebagai seorang pemimpin pasukan maupun
setelah diturunkan jabatannya menjadi seorang prajurit biasa, semua sama
saja dalam berjuang, baik sebagai seorang pemimpin maupun sebagai
prajurit, selalu berada didepan, sehingga digambarkan sebagai seorang
yang kulitnya tidak ada satu centipun terbebas dari sabetan pedang, tombak
dan panah. Kisah beliau sangat heroik dan anti klimaks terjadi pada
masa-masa akhir hidupnya dan beliau menangis "Mengapa harus berkhir di
tempat tidur ? Mengapa tidak seperti Syuhada2 lainnya ? Berkalang tanah di
medan tempur ?"
Jiwa inilah yang saya harapkan tertanam kepada Ahmad Khalid agar dia
menjadi orang yang berani dalam membela kebenaran, bijaksana dalam
bertindak akan tetapi tunduk serendah-rendahnya terhadap Tuhannya.
Panggilannya Khalid
Anak Ketiga saya beri nama Sitti Zakiyya Muthmainah, dengan alur berikut,
kedua kakaknya saya berinama langsung dan yang ketiga ini saya coba
serahkan kepada mertua dan orang tua saya.
Mertua menginginkan Sitti dan Orang tua saya menyerahkan tanggungjawab
nama kepada saya, maka saya ingin dia menjadi cerdas, cerdik dan pandai,
Zakiyya, adik saya yang di sastra Arab mengingatkan "Apa nggak terlalu
berat kelak dia menyandang beban namanya ? Dan Sitti adalah julukan
berarti perempuan, agar diringankan beban nya, tambahlah" Saya cari
tambahan dan jatuh kepada Muthmainah, teringat himbauan kala Subuh "Haiiii
Jiwa yang Tenang".
Maka harapannya adalah semoga dia menjadi seorang perempuan yang cerdas
dan rendah hati karena jiwanya yang tenang.
Panggilannya Kiyah.
Hanya Khalid yang tidak sempat saya tunggui kelahirannya karena sedang
tugas sekolah di Jakarta, selebihnya saya tunggu sampai selesai proses
kelahirannya, dibisikan seruan untuk Shalat ke telinga2 mereka.. ahhh
indahnya moment itu. Airmata bahagia tertumpah menyambut titipan sang
Khalik sekaligus airmata ketakutan akan tanggungjawab yang terbeban
kepundak ini untuk menjadikan mereka manusia-manusia yang berguna.
Kelahiran adalah moment paling ajaib dan spektakular yang saya saksikan
langsung, seonggok bentuk yang menghirup udara pertama kali, menangis
pertama kali, merasakan dekapan pertama kali dan diserukan untuk shalat
pertama kali. Terlepaslah dia dari sokongan hidup ibunya selama 9 bulan
dan harus berjuang menghadapi dunia fana ini. Pantaslah seorang bayi
menangis saat lahir, mungkin tidak rela terlepas dari fasilitas super yang
diberikan ibunya.
Demikianlah kita dulu diperlakukan orang tua. Betapa
menyesalnya saya bila mengingat betapa banyak kesulitan yang saya
timbulkan bagi orang tua saya dan mereka tetap sayang kepada saya. Pantas
mengingat proses kelahiran yang sedemikian spektakular.
Nah itulah pengalaman saya memberikan nama kepada anak2 saya, semoga
bermanfaat bagi adik2 yang akan atau kelak mempunyai anak. Tidak harus
Arablike, tapi berilah harapan yang baik-baik kepadanya, agar mereka
bangga menyandang namanya baik ditengah masyarakat maupun dihadapan
Tuhannya.
<font size=1 face="verdana,ariel,geneva">
<b>*** Private and Confidential ***</b>
The information in this email is confidential and is intended only for the person(s)
named.
Any other distribution, copying or disclosure is prohibited. If you are not the
intended recipient,
please notify the sender immediately or telephone on +44 (20) 7730 1111
</font>