Berikut saya petikkan artikel yang ditulis oleh dr Maria Magdalena,
selengkapnya di:
http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=int&tipe=consul&detail=28






Memang benar bahwa akhir-akhir ini banyak isu beredar mengenai
penggunaan aspartame ini dengan membawa nama Badan POM. Untuk
menyikapi hal ini Badan POM pada tanggal 12 Juli 2006 yang lalu
melalui Kepala Biro Hukum dan Humas sudah mengeluarkan surat bantahan
mengenai hal tersebut, yang kemudian disusul dengan SURAT - EDARAN
Nomor : KH.00.01.234.084 tanggal 11 Agustus 2006 dari Kepala Badan
Pengawas Obat dan Makanan Dr. Husniah R. Thamrin Akib, MS, MKes,
Sp.FK, Tentang Bantahan Pemberitaan Produk Makanan Yang Mengandung
Pemanis Buatan.
Sejauh ini tidak ada pelarangan pengunaan aspartame dalam sediaan
makanan, minuman, maupun supplemen asal sesuai dengan anjuran yang
berlaku.

Kajian dalam ilmu yang mempelajari pencernaan manusia memperlihatkan
bahwa aspartam dimetabolisme dan terurai secara cepat menjadi asam
amino, asam aspartat, fenilalanin, dan metanol, sehingga dapat
meningkatkan kadar fenilalanin dalam darah. Oleh karena itu pada
label, perlu dicantumkan peringatan khusus bagi penderita
fenilketonuria.

Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA memberikan
batas-batas pemakaian yang dianjurkan. Istilah yang dipakai adalah
acceptable daily intake (ADI) yang berarti asupan harian yang
diperbolehkan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah pemanis per
kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman
sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan risiko. ADI adalah tingkat yang
konservatif, yang umumnya menggambarkan jumlah 100 kali lebih kecil
dibandingkan tingkat maksimal yang tidak memperlihatkan efek samping
dalam penelitian binatang.

Jumlah yang sangat aman inipun hampir-hampir tidak mungkin terlampaui
dalam pemakaian umum sehari-hari. Pada kenyataannya, jumlah yang kita
konsumsi rata-rata hanya sekitar 10% dari ADI. Hal ini disebabkan oleh
tingkat kemanisan yang tinggi dari pemanis-pemanis tersebut. Artinya,
jumlah yang sedikit telah mampu memberikan rasa manis yang tinggi. POM
mengijinkan aspartam sebagai pemanis buatan dengan ADI (Acceptable
Daily Intake) sebanyak 40 mg/kg berat badan.


Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dan efek sampingnya
Walaupun FDA sudah menyetujui aspartame (tahun 1981) sebagai pemanis
buatan yang aman dikonsumsi, namun berbagai penelitian untuk
memastikan keamanan aspartame ini masih terus dilakukan, dan sampai
saat ini belum ada laporan penelitian yang didukung oleh data yang
akurat menyatakan bahwa aspartame mempuyai efek samping berbahaya
seperti yang diisukan akhir-akhir ini (FDA Statement, May 8, 2006)

Aspartame aman digunakan semua usia kecuali penderita PKU
(phenylketonuria ), penderita kelainan ini biasanya sudah dideteksi
sejak bayi.

Untuk menepis isu yang menghubungkan aspartame dengan kanker sebuah
penelitian dilakukan terhadap manusia (bukan hewan/tikus) mengenai
aspartame dan laporannya di beritakan 4 April 2006 dalam pertemuan
American Association for Cancer Research. Penelitian besar ini
menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda
yang mengandung pemanis aspartam dapat meningkatkan risiko terjadinya
kanker. Hasil penelitian ini memperbaiki anggapan tentang risiko buruk
penggunaan aspartam, kata Michael Jacobson, pemimpin dari Center for
Science in the Public Interest, dimana satu tahun yang lalu dikatakan
bahwa bahaya aspartam bagi kesehatan dari hasil penelitian terhadap
hewan tikus.







2008/10/29, Yangkung <[EMAIL PROTECTED]>:
> Aslm.Wr.Wb.
>
> Rekan-rekan di forumprima yth,
>
> Sekedar selingan dari kesibukan mengulas topik uang
> lembur, uang muka kerja dan ucapan selamat menempati pos
> yang baru, saya coba forward e-mail dari seorang rekan
> yang informasinya mungkin berguna untuk kita ketahui. Isi
> e-mail tersebut lengkapnya sebagai berikut :
>
> Beware !!! Beware !!!
>
> DIBACA KARENA SANGAT PENTING !!!!! !!
>
> Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang
> mengandung Aspartame
> karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum
> tulang belakang dan lupus. Saat ini sedang ada wabah
> Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus.
> Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi
> dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini
> begitu merajalela. Sesungguhnya hal tersebut terjadi
> akibat banyak orang yang menggunakan pemanis buatan.
> Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang
> memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan
> mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan
> racun bagi tubuh, tetapi, apa yang orang-orang gunakan
> sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Bahan kimia
> pengganti gula tersebut adalah Aspartame. Ini adalah biang
> keladi wabah tersebut di atas.
>
> Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun,
> yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto.
> Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai
> pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman
> ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Hal
> ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti
> Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan
> di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan
> sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah
> produk untuk diet. Kenyataan dari hasil penelitian Badan
> POM, zat ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah
> karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat. Membuat
> berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang
> dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan
> kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan
> sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.
> Bagi penderita diabetes, hati-hati bila mengkonsumsi untuk
> jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame
> ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila
> ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula,
> Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan
> mengkonsumsi produk tersebut.
>
> Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME
> adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasannya
> tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].
> Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di
> Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya
> yang juga mengandung ASPARTAME yaitu : M-150, Hemaviton
> Jreng, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar
> Sari, POP ICE Es Blender, Segar Dingin, OKKY Jelly Drink,
> Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of Fruit, FORTY
> PLUS. Informasikan hal ini kepada yang Anda kenal dan
> sayangi agar bahaya dari produk yang mengandung Aspartame
> dapat dicegah sedini mungkin.
> Author:
> Yoyok_S
> QA Dept PT Prafa
> Phone : +62 (0) 21 8751066
> Fax   : +62 (0) 21 8754094
> (dari hasil penelitian Badan POM)
>
> Waslm,
>
> Yangkung
> ============================================================================================================================
> "Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI
> Jakarta."
>
> "Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00
> se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta."
> ============================================================================================================================
> "Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku
> untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d
>
> 31 Desember 2008".
> ============================================================================================================================
> "Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online yang dapat digunakan
> langsung saat menjelajahi internet kapan saja dan
>
> di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector hingga 31 Desember
> 2008. Klik ke: http://protector.telkomspeedy.com";.
>

Kirim email ke