Ass.wr.wb Pak Bambang, secara akuntansi memang seharusnya begitu Pak, bahwa dengan adanya pengembalian belanja melalui SPM Nihil di sisi pengeluaran belanja honor dan disisi potongan belanja barang, logik-nya pagu minus tersebut tidak akan terjadi.
Tapi, kembali lagi ke masalah aplikasi, atau keterbatasan design dari aplikasi SPM mungkin... , pada saat muncul revisi DIPA dimana honor yang semula di 52 menjadi 51, terjadi pula perubahan pada kode kegiatan dan sub kegiatan. Maka, jika dilakukan perbaikan dengan SPM Nihil (pembetulan pembukuan), maka pada saat dilakukan pemotongan (akun 52), maka akun tersebut tidak tersedia di kegiatan dan sub kegiatan yang baru, dia lari kemana? Contoh, kalo ada pengembalian belanja karena terlanjur bayar tunjangan jabatan fungsional, maka pada saat pengajuan pembayarn gaji, bisa dilakukan pengembalian tunjangan jabatan dengan akun 511124, dan di laporan SAI satker akan muncul pengembalian 511124 pada kegiatan dan subkegiatan 0001.0001. Jadi, sepertinya mekanisme pengembalian belanja yang bisa dilakukan di aplikasi SPM hanya berlaku pada kode kegiatan, subkegiatan, dan BKPK yang sama, supaya di SAI akan masuk ke tempat yang benar (CMIIW). Sementara aplikasi masih belum bisa mengatasi bahasa akuntansi, mungkin langkah yang terbaik untuk mengatasi pagu minus akibat perubahan kode akun, menurut saya adalah dilakuan pengembalian SSPB sebesar Rp5.600.000,- dan memberi catatan di CALK, karena pengembalian belanja tidak akan merubah pagu minus menjadi bersaldo NOL. Dan satker tersebut agar bisa mengembalikan belanja maka mengajukan SPM honor dengan akun 512112 sebesar Rp5.600.000,- (seolah-olah dibayar dua kali) Itu pendapat saya, soalnya di sini juga mneghadapi kendala yang sama. Dan lebih konyolnya lagi, dengan adanya revisi itu tidak bisa dilakukan dengan ralat SPM, karena pada saat diajukan SPM honor dengan akun 52, ternyata di SPM tersebut ada akun 52 juga untuk dgn kode subkegiatan yang beda, jd tidak bisa memecah 1 SPM menjadi 2 SPM. Khan tidak bisa SP2D batal. Tp ini merupakan pelajaran bagi kita semua, semoga 2009 lancar. AMIN Tq

