buat para miliser skalian..
kmaren saya menemukan sdikit kelemahan di aplikasi sp2d 2008 mengenai
uang makan (tp maap klo saya yg salah)

kan pada dasarnya aplikasi sp2d mencantumkan pagunya hanya berdasar
BKPK saja bukan MAK, berbeda dengan aplikasi SPM yang pagunya lengkap
sampai dengan MAKnya..dan setahu saya klo pagu belanja pegawai (BKPK
5111) boleh sampai minus realisasinya, aplikasi tetap bisa memproses
SPM sampai dengan SP2D net walopun pagunya minus..

permasalahannya adalah MAK uang makan (511129) termasuk belanja
pegawai, sedangkan dalam Perdirjen no 12/PB/2007 ttg Prosedur dan Tata
Cara permintaan serta Pembayaran Uang Makan bagi PNS, dalam pasal 7
ayat 1 disebutkan "pembayaran uang makan PNS hanya dapat diberikan
dalam batas pagu anggaran yang tersedia dlm DIPA Satker berkenaan"
sehingga ada yg ga sinkron antara aplikasi dengan perdirjen tsb..dalam
perdirjen, kita tidak boleh membayarkan karna pagunya tidak mencukupi
sedangkan dalam aplikasi ga menolak dan prosesnya lancar2 aja spt SPM
belanja pegawai yg lain (cnthnya gaji) dan dalam pengawasan
kreditnyapun masih bisa muncul..

untung saja kantor saya (KPPN sorong) masih berbentuk semi prima, jadi
kita pake aplikasi prima tapi kita juga masih membuat pengawasan
manualnya, jadi ketahuan kalo pagu uang makannya tidak mencukupi..

jadi solusi yg kami ambil adalah tidak membayarkan uang makan bulan
desember satker tsb, tp sbenernya kami dilema jg karna uang makan
adalah hak PNS (urusan perut orang niy!!) tapi bagaimana lagi dalam
perdirjen ga boleh mencairkan..

apa KPPN lain ada yg mengalami permasalahan yg sama??
bagaimana solusinya??
mohon koreksi klo saya yg salah..
trimakasih..


gadtuth, prajurit pb kppn sorong
(bwt mas jumenengan, saya udah lengser dr supervisor mas)

Kirim email ke