Assalamualaikum wr.wb. Terima kasih Pak Budisan, atas pencerahannya. Saya
setuju sekali dengan tulisannya, dan boleh saya tambahkan di sini bahwa
semangat hidup dan energi positif yang kita miliki itu sudah 60% merupakan
obat untuk sembuh dari penyakit.Yakinlah bahwa semua penyakit itu ada
obatnya kecuali ajal. Semoga teman2 milliser semua di seluruh nusantara ini
senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan serta semangat yang tinggi.
Amien.

Pada 18 Februari 2009 09:04, budisan <[email protected]> menulis:

>   Teman-teman Miliser yang budiman,
> Saya turut berdukacita atas meninggalnya beberapa teman dan adik kita yang
> dalam 1-2 bulan terakhir ini beritanya diposting secara beruntun di milis
> ini. Semoga amal dan ibadah mereka diterima oleh Allah SWT dan diampuni
> segala dosanya. Semoga keluarga almarhum diberi kekuatan, ketabahan dan
> ketawakalan dalam menghadapi ujian hidup yang akan dilalui oleh setiap
> manusia di dunia. Amin.
> Bulan November 2008 lalu bapak mertua saya (72 tahun) masuk ke sebuah rumah
> sakit di Bandung dan kemudian divonis Dokter mengidap kanker hati (hipatoma)
> stadium lanjut. Pada tanggal 29 Januari 2009 kami (keluarga besar bapak
> mertua saya) berdukacita karena pada hari itu belaiu telah pergi selamanya
> meninggalkan kami. Selama bapak mertua saya terbaring sakit di rumah
> (Bandung), saya yang sedang kerja di Jakarta sering mengirim sms (biasanya
> di pagi hari) kepada beliau dengan harapan dapat membantu memperkuat spirit
> beliau dalam upaya menuju ke arah proses penyembuhan.
> Berikut ini adalah sebagian sms yang saya kirim kepada almarhum bapak
> mertua saya. Semoga pesan dalam sms tersebut dapat memberikan inspirasi
> kepada kita semua dalam upaya mencari cara terbaik untuk membantu memelihara
> semangat hidup anggota keluarga kita yang sedang menderita sakit.
> 1. Ada seorang Dokter yang bilang bahwa kalau kita ingin sembuh dari Sakit
> maka, selain obat dan makanan/minuman yang kita telan, kita juga harus
> belajar untuk Ikhlas (Membersihkan Hati Kita). Artinya, kita harus belajar
> melepas (1) rasa sedih yang mendalam, (2) rasa marah yang terpendam, dan (3)
> rasa takut yang mencekam. Insya Allah, kita (Mbah) pasti bisa melakukannya.
> 2. Keyakinan, kemauan dan semangat kita untuk Sembuh adalah kunci untuk
> menemukan obat terbaik guna (1) memperkuat daya tahan tubuh kita, dan (2)
> membunuh penyakit dalam tubuh kita. Insya Allah.
> 3. Kita harus bersyukur karena hingga pagi ini kita masih diberi kesempatan
> (oleh Yang Maha Kuasa) untuk menikmati udara yang sejuk dan hangatnya cahaya
> matahari di pagi hari. Alhamdulillah. Subhanallah.
> 4. Tubuh kita adalah Dokter terbaik yang kita miliki. Ia bisa mendeteksi
> dan mengobati penyakit apapun yang tidak bisa dilakukan oleh para Dokter
> Spesialis manapun. Mengenal dengan baik tubuh kita dan selalu berkomunikasi
> dengannya adalah cara terbaik menuju Sehat (kesembuhan). Kita bisa
> berkomunikasi dengannya melalui udara yang kita hirup dan makanan & minuman
> yang kita telan. Insya Allah.
> 5. Yoga merupakan kegiatan meditasi dan sekaligus olah pernapasan yang
> diakui oleh para Dokter dan Ahli Kesehatan dapat membantu memperbaiki
> metabolism dan peredaran darah dalam tubuh kita. Kita dapat berlatih Yoga
> tanpa harus dalam posisi duduk bersila seperti Buddha. Tarik napas untuk
> menghirup udara dari luar sebanyak mungkin dan tahan sebentar, lalu
> keluarkan udara (melalui mulut) pelan-pelan. Pusatkan pikiran pada aliran
> napas dalam tubuh kita dan berdoa agar ia dapat memperbaiki fungsi
> organ-organ tubuh kita yang sedang terganggu. Met berlatih yoga (Mbah),
> semoga latihan tersebut dapat membantu proses penyembuhan.
> 6. Seorang Ahli Pengobatan Alternatif/Herbal berpesan supaya sebelum
> memakan/meminum sesuatu, kita selalu berdoa "Kalau engkau Racun, cepatlah
> pergi ke tempat pembuangan kotoran (lubang anus atau pori-pori tempat
> keluarnya kotoran/keringat kita). Tapi kalau engkau Obat, maka bertahanlah
> lama dalam tubuhku untuk melawan dan membunuh penyakitku. Bismillah!". Insya
> Allah, doa kita akan terkabulkan. Amin.
>
> Salam,
> Budisan
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke