Dear Den Boedhi n Miliser lainnya,

Mnrt gw, pnetapan Proses Bisnis (PB) tuh bsa susah or mudah.  It depens on what 
we need.  Klo mo PB yg jelek bin asal jd (yg pnting ada), itu ga prlu pake 
brain sma skali.  Mrka yg PB-oriented biasany bilng “the best result can only 
be achieved through the fundamental rethinking and radical redesign of Business 
Process”.

“Sesungguhnya apa yang sedang terjadi di atas sana?”  Gw yakin bangt, gada yg 
aneh di Atas Sana. So pasti, ada either yg plus or yg minus. Kec klo kta cma 
pake kcamata putih-doang or item-doang.  Gw kuatir, jgn2 stelah baca prtanyaan 
Den_Boedhi ada pjabat kta yg mrasa liat Den_Boedhi cma pake kcamata item-doang.

Mnrt gw, trlalu banyk pemikir tuh ga bagus.  Yg bagus tuh klo jml pemikir 
sesuai (ga kurang n ga lbih) ma kbutuhan kta.  Btw, as long as I observe, gw 
lom liat tuh Miliser kta yg trlalu memikirkan para pemikir.  Ga tau klo ia ada 
di beyond my horizon.  Ato kali, what Den_Boedhi sees as ”trlalu memikirkan 
para pemikir” tuh, to me, it’s not the real “trlalu memikirkan para pemikir”.

Anyway, keep writing Den_Boedhi.  It’s just Selingan in Waroeng Kopi.  Jangan 
diambil di hati, kec yg baek2 kali.


>From Bayu Biru with Love
Ketik AG spasi MP3...Ada Ga seh, Miliser (kita yg) Pemikir Para Pemikir?..

--- On Thu, 3/5/09, Den_Boedhi <[email protected]> wrote:

From: Den_Boedhi <[email protected]>
Subject: [Forum Prima] Re: BP, O & P, IT n Change Mgmt
To: [email protected]
Date: Thursday, March 5, 2009, 9:00 AM


Dear miliser,

Sulitnya penetapan Proses Bisnis dan Siapa yang harus membuat BP kok
membuat saya bertanya tanya, sesungguhnya apa yang sedang terjadi di
atas sana....

maaf tidak dapat berkomentar banyak, terlalu tinggi topiknya buat orang selemot 
saya.

Salam dari Kendari
HaBeWe

NB: Banyak pemikir itu bagus, tapi kalo terlalu memikirkan para pemikir itu 
mubazir namanya.



                   

        
        
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke