Dear Miliser,

Pak Bulus (Lumban Gaol) benar, mengenai diskusi tentang plagiator, sebaiknya 
kita jangan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena kita semua 
sudah tahu, fakta(kenyataan)nya seperti apa.  Masalah opini, itu kan fakta yang 
sudah ditambahi analisis. Analisis yang baik memang seringkali bisa membuat 
fakta-fakta bicara lebih jelas. Tapi sebaliknya, analisis yang buruk dapat 
berdampak pada opini (informasi) yang menyesatkan (publik).

Kadang opini bisa juga terdiri dari campuran fakta dan etika. Opini model ini 
biasanya lebih mementingkan hasil akhir (result) yang positip (menurut pemberi 
opini) dibandingkan dengan fakta (kenyataan) an sich.  Sebagai contoh, 
penulisan Sejarah Nasional biasanya mempunyai kepentingan untuk memberikan 
opini (informasi) yang berdampak pada perasaan cinta/bangga terhadap tanah air, 
walaupun itu kadang harus mengurbankan kenyataan (menyembunyikan fakta).

Seingat saya SBY, dalam konteks politik kebangsaan, pernah memperkenalkan 
istilah Kebenaran Kecil (yang lebih mementingkan kenyataan apa adanya) dan 
Kebenaran Besar (yang lebih mementingkan dampaknya pada kehidupan 
berbangsa/bernegara).  Menurut SBY, idealnya tidak ada perbedaan di antara 
keduanya. Tetapi apabila pengungkapan Kebenaran Kecil diperkirakan atau dapat 
dipastikan akan merusak kondisi kehidupan berbangsa (misal: situasi 
konflik/chaostic), menurut SBY, sebaiknya kita lebih mengedepankan Kebenaran 
Besar, sambil menunggu waktu dan sikon yang tepat untuk mengungkap Kebenaran 
Kecil.  Dengan kata lain, “Ungkap kebenaran, kecuali kalau (upaya itu) 
berdampak buruk pada kondisi publik.”

Silakan Anda pilih: mendukung Opini mas Bayu Biru <”Gali n Temukan Kebenaran, 
Meski (upaya itu) Melelahkan & Menyakitkan”>, atau Opini mas SBY?

Kembali kepada kasus mas Sukarnon, saya berpesan “Seandainya itu bukan 
merupakan kekhilafan, silakan jangan ragu Mas Sukarnon untuk ‘keep’ 
mengulanginya”.  Dan saya akan siap untuk menambahkan itu ke dalam “catatan” 
saya. 

Saya kira benar kata Den Boedhi, “Sebuah permintaan maaf saya rasa pantas untuk 
kekhilafan …”.  

Semoga pemahaman tentang Kebenaran Kecil dan Kebenaran Besar tersebut 
bermanfaat untuk menambah tebal “buku hidup” kita. Amin.
    

  

               



      Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke