Mohon maaf, tetangga ikut nimbrung
KPPN meraih Sertifikat ISO ya mungkin, mungkin aja
Tapi pertanyaan berikut: apa memang perlu?
Jangan sampai kita terjebak pada slogan, penghargaan, sanjungan-sanjungan yang 
terkadang akan menjadikan takabur, berbangga diri, puas terhadap apa yang telah 
dicapai dan melupakan substansi.

Karena yang saya tahu, untuk mendapatkan ISO perlu biaya, tentu bila instansi 
pemerintah yang mengajukan ISO biayanya diperoleh dari negara, nah biaya-biaya 
untuk mendapatkan penghargaan menurut saya mubazir. Dan perlu diingat bahwa 
bila swasta yang memperoleh penghargaan karena profit oriented, maka nilai 
tambah perusahaan tersebut terdongkrak dengan harapan meningkatnya penjualan 
barang/jasa dari layanan perusahaan tersebut ke konsumen. 
Akan berbeda dengan institusi pemerintah yang berorientasi pada public oriented 
(pelayanan masyarakat tanpa imbalan), misalnya KPPN, apakah dengan KPPN 
mendapat ISO, maka bendaharawan dari daerah lain akan mengajukan permintaan 
pembayaran yang telah mendapat ISO, tentu tidak?  Bagi KPPN mungkin sekedar 
kebanggaan, 

Lagi pula yang perlu kita lakukan adalah bekerja dengan ikhlas dengan tidak 
mengharapkan apa-apa dari apa yang dilakukan, bila baik maka itulah seharusnya  
kita lakukan, bila pekerjaan kurang baik/pelayanan kurang maksimal itulah yang 
harus kita perbaiki. Baiknya layanan semata-mata  kewajiban dengan tidak 
menginginkan suatu balasan, imbalan bahkan penghargaan sekalipun.
Mohon maaf bila salah alamat dan maksud. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa  
sekedar sharing apalagi menggurui.

--- In [email protected], "aryn220874" <aryn220...@...> wrote:
>
> Barusan dengan bantuan mbah Google coba mencari topik yang menarik. Kebetulan 
> saya lagi tertarik dengan masalah ISO dan sudah ada instansi pemerintah yang 
> memperoleh sertifikat ISO yaitu ditlantas.  Kemudian saya minta mbah google 
> untuk menelusuri ISO Ditlantas, ternyata sudah ada beberapa Ditlantas yang 
> memperoleh sertifikat ISO. Yang terbaru Mei 2009 ini Ditlantas Polda Aceh 
> memperoleh sertifikat ISO 9001. Yang memulai pertama kali adalah Ditlantas 
> Polda Metro Jaya bahkan telah telah memperoleh sertifikat ISO yaitu sejak 
> 2006. Lalu saya coba membuka website Ditlantas Polda Metro Jakarta Raya, 
> terdapat tulisan yang berjudul "Layanan BPKB Ditargetkan Raih ISO 9001" 
> diterbitkan tanggal 22 Agustus 2006 dan "Satpas SIM Polda Metro Dapat ISO" 
> diterbitkan tanggal 12 Juni 2006 ( kalau sempat silahkan temen – temen 
> miliser membacanya ). Ternyata yang dilakukan oleh Ditlantas tersebut sangat 
> mirip sekali dengan yang dilakukan oleh KPPN seperti mesin nomor antrean, 
> pusat informasi, loket pengurusan, dan pemangkasan waktu pelayanan. Jadi saya 
> kira pelayanan KPPN dapat juga meraih sertifikat ISO tersebut. Untuk itu 
> perlu dukungan dari semua pihak terutama dukungan dari pimpinan Ditjen 
> perbendaharaan untuk merealisasikannya. Bagaimana temen2 miliser ada 
> mendukung?
>


Kirim email ke