--- In [email protected], "ikyusan hidayat" <iky...@...> wrote:
>
> Saya turut prihatin dengan adanya kasus yang menimpa kawan2 seksi Pencairan 
> Dana KPPN Serang. Semoga dengan kejadian ini, menjadi pembelajaran bagi kita 
> semua....suatu perbuatan baik terkadang mendapatkan respon yang kurang 
> menyenangkan...karena faktor tertentu....
> Tapi saya percaya....rekan2 di KPPN Percontohan...selalu berusaha memberikan 
> pelayanan terbaik....
> 
> Dan....menurut 'saya'.... satu hal yang perlu menjadi perhatian..., 'Respon' 
> pimpinan atas kejadian2 seperti ini....semoga tidak terburu-buru memvonis 
> bahwa stafnya-lah yg bersalah (perlu dilakukan silang cek terhadap pelapor 
> dan yg dilaporkan).
> sebab...bisa jadi semua itu terjadi karena 'keputusasaan' dan 'rasa iri'...
> (1)Keputusasaan...terjadi karena kurangnya kemampuan petugas dari satuan 
> kerja memahami  peraturan maupun menggunakan perangkat aplikasi, sehingga 
> yang dulunya mereka dimanjakan oleh "rekan2" kita (baik melengkapi 
> berkas2/maupun membuat SPM) kini mereka dituntut untuk mandiri dan 
> meng-upgrade diri. Maka ketika mereka selalu salah dalam mengajukan SP2D 
> (menyampaikan SPM), mendiskreditkan pelayanan kita dilakukan sebagai ungkapan 
> kekesalan dan keputusasaan.
> 
> (2)rasa iri.... hal yang sangat destruktif, dan menjadi duri dalam daging di 
> organisasi kita tercinta ini. Hal seperti ini terjadi pada pegawai yang tidak 
> puas dan harus terlempar dari KPPN ke Kanwil (sebelumnya yang bersangkutan 
> mendapatkan keuntungan atas kebodohan/kemalasan petugas dari satuan kerja). 
> Sehingga dengan segala cara mereka yang mempunyai rasa iri ini berusaha 
> mendiskreditkan "rekan_kerja/bahkan organisasi".
> 
> Ada satu cerita yang terjadi di tempat tugas saya yang baru ini, yang 
> kejadiannya terjadi sebelum saya bertugas di sini...
> mungkin tidak ada korelasinya dengan kejadian di KPPN Serang...namun "Respon" 
> yang diberikan oleh "pimpinan" menurut saya kurang komprehensip. 
> 
> Adalah seorang "pelaksana" (CPNS) menyampaikan "surat tak bernama" (surat 
> kaleng) yang menceritakan tentang "pejabat Y" dan "pejabat X"......dan 
> seterusnya...dan seterusnya.......sehingga pejabat-pejabat dimaksud 
> mendapatkan "ganjaran" masing-masing.....(meskipun tanpa penjatuhan hukuman 
> disiplin....)
> 
> Sementara si "pelapor" tidak diusut atau diinvestigasi atas 
> sikapnya/perbuatannya……
> Sampai saat ini, yang bersangkutan selalu bangga menceritakan kejadian ini 
> kepada pejabat-pejabat yang baru bertugas di sini.... seakan sebuah 
> "pernyataan" bahwa "dia" bisa melakukan hal yang sama pada siapapun yang 
> bertentangan dengan dirinya.
> 
> Dan seandainya saja...pimpinan nun jauh disana mau mencari tau...apa 
> orientasi "pelapor" melakukan hal itu...bagaimana kepribadiannya....bagaimana 
> hubungan dengan rekan2 kerjanya/atasannya/mantan_atasan /dan satuan kerja 
> yang pernah dilayaninya......
>  
> dan Alhamdulillah "dia" bukan staf saya.... :)
> 
> 
> ---Menuju Indonesia yg Lebih baik----
> Mulai dari diri sendiri....dan Mulailah sekarang juga....
>
Sebebarnya apakah gerangan yang terjadi????
kok kedengarannya yang terjadi di KPPN Serang  begitu pelik??
Bisakah diceritakan kronologisnya?

Kirim email ke