Dari hari ke hari, mailbox saya aa_...@perbendaharaan(dot)go.id hanya menerima email-email sampah penuh promosi obat kuat semacam viagra. Setiap hari mungkin mencapai lima puluhan sampah, mungkin juga lebih. Bukan cuma mailbox milik saya, alamat email resmi kantor saya pun (kppn...@perben) tidak luput dari serangan spam. Besar kemungkinan, alamat email kantor lain juga terkena nasib yang sama.
Buat saya yang punya mail perben cuma untuk keperluan pribadi sebenarnya tidak masalah. Toh saya punya alamat email lain yang lebih ampuh menangkal spam. Masalahnya, bukankah mail perben menjadi alamat email resmi kantor-kantor DJPBN se-Indonesia? Saya katakan resmi, karena penggunaan alamat email perben diatur dengan surat dirjen (atau yang mewakili). Jadi, gimana ya? Apakah benar masalah itu tidak bisa diatasi? Barangkali saja perlu dipikirkan bahwa alamat email @perben bisa ditumpangkan ke GMail (Google Mail). Apa istilahnya yang benar ya? Saya tidak tahu tekniknya, tapi merasakan manfaatnya karena memiliki alamat email aa_...@djpbn-aceh(dot)org, loginnya persis seperti kita memakai GMail. Spam filternya juga sama efektifnya dnegan GMail biasa, POP3-nya juga bisa diunduh dengan aplikasi email client semacam Outlook Express. Ahmad Abdul Haq dari Banda Aceh Cross-posting: http://forumprima.multiply.com/journal/item/36/

