JAdi inget cerita Abunawas yang ngobrol sama sulthan. Sulthan bertanya: Jika harus memilih mana yang kau pilih kebijakan atau kekayaan.
Abu Nawas : tentu saja kekayaan, bagaimana dengan anda? Sulthan: Bagaimana mungkin kamu sebagai orang cerdas memilih itu? bukankah kebijakan lebih berharga dibanding kekayaan? Kalau aku tentu saja memilih kebijakan. Abu Nawas: Begitulah Sulthan seringkali kita manusia menginginkan yang kita tidak punya... Sulthan: ???? --- In [email protected], "amarylis_1999" <zikr...@...> wrote: > > Dear all... > > Dari milis sebelah, semoga menjadi penyejuk hati....amin > > ============================================== > Belajar Agar Menjadi Orang Bijak > > Ada dua orang anak yang bernama Ping dan Hui. > Ping dan Hui itu bersekolah di sekolah yang sama. > Suatu hari seusai pulang sekolah, Hui bertanya > kepada Ping. > > Hui: Ping, mengapa kamu belajar sangat tekun? > > Ping: Kamu dulu yang menjawab pertanyaan itu. > > Hui: Ibu saya berkata, jika saya belajar dengan > tekun, saya akan menjadi pejabat yang berkuasa > dan kaya. Dia berkata bahwa saya akan bepergian > dengan sedan dan banyak orang yang datang > ke rumah membawa hadiah. > > Ping: Saya dengar orang-orang berbicara dengan > penuh hormat tentang orang-orang bijak pada > zaman dahulu.. Saya sangat tersentuh dengan > keagungan sifat mereka. Saya ingin seperti mereka. > > Hui: Jadi, kamu ingin menjadi orang bijak? > Betapa konyolnya! > > Ping: Apanya yang konyol dengan cita-cita itu? > Jadilah seperti bebek yang ingin menjadi angsa! > Guru kita mengajarkan, hanya dengan bercita-cita > tinggi kita akan berprestasi baik. > > Hui: Sepertinya kamu benar. > > Kita belajar agar menjadi lebih baik dan > akhirnya menjadi orang yang bijak. Jika seseorang > berpikir hanya meniti karier untuk mendapatkan > kedudukan sosial yang tinggi dan menjadi kaya, > maka ia akan menjadi orang yang jahat > dan membahayakan ketentraman masyarakat. > > Dikutip dari: The Chinese Code of Success, > 'Prinsip Keseimbangan Hidup' > > > Salam, >

