Milliser ykh. 

 

Sebagai refleksi akhir tahun 2009 dan renungan awal tahun
1431 H saya tertarik untuk turut serta memberikan ungkapan dan sekedar nyambung
rasa atas topik Pak HaBeWe.

 

Setuju sekali bahwa berbicara kinerja harusnya sifatnya
kualitatif bukan kuantitatif, kinerja harusnya lebih ke substantif bukan
sekedar formalitas, kinerja mestinya isi bukan hanya kulit, kinerja mestinya
tujuan, maksud dan manfaat bukan hanya realisasi dan implementasi.

 

. Saya
sependapat bahwa pencapaian apapun, kita memang belum menunjukkan “greget”  
contohnya target pelaksanaan anggaran yaitu capaian
realisasi bukan semata-mata  substansi.

 

Adanya  perbaikan
bussines proses dalam pengelolaan keuangan negara, seperti terbitnya 3 paket UU
di bidang Penyelenggaraan Keuangan Negara, adanya reformasi birokrasi, dan
adanya perbaikan Sistem Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Negara serta yang
tidak kalah menarik lagi adalah adanya pendekatan penganggaran  yaitu anggaran 
berbasis kinerja dan mulai
efektif tahun 2005 dan telah berjalan 5 tahun, namun rasa-rasanya belum
sepenuhnya bisa mensejahteraan rakyatnya.

 

Adakah yang salah
pada diri kita…?

 

Harapan kita pelaksanaan
anggaran dengan baik  mestinya hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh
lapisan masyarakat sampai tingkat bawah. Petani, pedagang, buruh, pegawai,
pengusaha dan semua profesi mendapat kesempatan dan peluang yang sama dalam
arti bahwa anggaran negara benar-benar menjadi alat untuk kemaslahatan dan
kesejahteraan rakyat seluruhnya, sehingga baldatun toyibatun warobun ghofur
dapat tercapai, kita menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi.

 

Menurut Pak HaBeWe
 waktu seringkali tidak bersahabat dengan
kualitas, namun bila dengan waktu  kita
gunakan dengan selalu bersemangat dan komitmen yang sungguh-sungguh,
mudah-mudahan waktu yang diisi dengan kinerja akan menghasilkan kualitas sesuai
harapan kita semua, memang untuk mencapai tujuan/cita2 diperlukan proses, dan
proses perlu waktu, bila prosesnya tidak sungguh2 jelas tidak jelas pula waktu
untuk mencapai cita2, tapi bila prosesnya baik dan sungguh2 Insya Alloh akan
tiba lah waktunya cita2 dan harapan tersebut akan terwujud, walaupun mungkin
negeri gemah ripah loh jinawi anak cucu kita yang akan menikmati.

 

Mari kita
bersama-sama menyelesaikan  "PR"  kita dengan baik dan bersungguh-sungguh dimana
kita dan apapun posisi kita, wabil khusus punggawa-punggawa negeri ini yang
bisa memberikan tuladan dan contoh yang baik bagi anak buahnya.

Sehingga fenomena
realisasi yang menumpuk di akhir tahun, adanya realisasi anggaran yang
kemanfaatannya perlu dipertanyakan, adanya belanja yang bukan berbasis kinerja
dan sekedar berbasis realisasi, benar-benar bisa dieliminir sehingga harapan
penggunaan anggaran bisa efektif dan efisien yang berfungsi sebagai alat
pertumbuhan, stabilitas dan pemerataan dalam kerangka mencapai tujuan bernegara
benar-benar dapat terealisir. Semoga.....................

 

Tahun 1430 H dan Tahun 2009 telah berhasil kita lewati, tidak penting upaya 
kita untuk negeri, untuk masyarakat, untuk lingkungan, untuk keluarga maupun 
untuk diri sendiri dengan hasil memuaskan atau tidak, tetapi yang lebih penting 
upaya kita dari hari kehari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun semakin baik. 
Mudah-mudahan di tahun 1431 H dan Tahun 2010 punya harapan baru dengan upaya 
yang lebih bersemangat, berkomitmen tinggi dan bersungguh-sungguh.


Selamat Tahun Baru 1431 H dan Selamat Tahun Baru 2010 M semoga Alloh swt 
menguatkan langkah dan upaya kita menjalankan amanah sebagai khalifah di muka 
bumi ini.




 

Di forum yang baik ini pula  
saya mengucapkan turut bela sungkawa dan kita merasa kehilangan tokoh
nasional atas wafatnya Kyai Haji Abdurahman Wahid, mudah2an Alloh SWT menerima
semua amal kebaikannya dan mengampuni dosa-dosanya. Aamiin.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 




Salam Reformasi

 

--- In [email protected], "HaBeWe"
<goodman_neverd...@...> wrote:

 

 

> 

> Berbicara Kinerja semestinya didahului dengan sebuah
perencanaan yang matang. Berbicara kinerja seharusnya lebih bersifat kualitatif
ketimbang kuantitatif. Tingginya angka pengembalian belanja,  denda 
keterlambatan, dan akun akun sejenis
menunjukkan bahwa gambaran ideal tersebut masih membutuhkan extra kerja keras
bersama. Ini masih menjadikannya sebagai "PR tetap" dari tahun ke
tahun.

> 

> 

> Yang ingin saya garis bawahi adalah: Waktu seringkali
tidak bersahabat dengan kata kualitas, tapi waktu dan kinerja(performance)
masih bisa diupayakan sebuah persahabatan. baik buruknya si waktu sudah kita
ketahui, sekarang tionggal bagaimana pendekatannya dengan si Kinerja saja.

> 

> 

> Salam hangat dari Kendari 

> (total 6th dari sisa waktu yang masih belum diketahui)

> 

> HaBeWe




      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke