Teman-teman keluarga besar DJPBN Bagi yang sudah membuka detik tanggal 27 Januari ( http://www.detiknews.com/read/2010/01/27/191137/1287532/10/kpk-acungi-jempol-untuk-ditjen-anggaran-depkeu), ada berita mengejutkan, bahwa skor Inisiatif Anti Korupsi DJPBN merupakan yang terendah diantara eselon-eselon 1 Depkeu yang mengikuti Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) oleh KPK. Berdasarkan rilis KPK ( http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1173 ) KPK melakukan PIAK karena menganggap bahwa inisiatif internal suatu instansi/lembaga merupakan salah satu kunci penting keberhasilan upaya pemberantasan korupsi. Beberapa inisiatif seperti pembuatan dan penegakan kode etik, pengawasan atas pengadaan barang dan jasa, serta transparansi dalam rekrutmen pegawai merupakan upaya yang dianggap mampu mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
Mengikuti pengalaman yang ada, hal ini akan ditanggapi beragam oleh keluarga besar DJPBN, akan ada yang tidak setuju dengan metodologi penelitian KPK, akan ada yang setuju dan lain-lain. Terlepas dari beragam tanggapan yang ada, marilah hasil PIAK 2009 ini menjadi titik intropeksi DJPBN dalam rangka mengurangi dan memberantas korupsi. Tanpa mengecilkan upaya-upaya yang sudah dilakukan selama ini, marilah kita juga bertanya kepada diri sendiri apakah inisiatif-inisiatif yang disebutkan KPK diatas sudah terlaksana di DJPBN. *To serve people takes dignity and intelligence. But remember, they are only people with money. And although we serve them, we are not their servants. What we do, Miss Ventura, does not define who we are. What defines us is how well we rise after falling. (Maid in Manhattan, 2002) *

