Dear miliser, Terimakasih atas tanggapannya buat mas Agi, Mas jamur, Bu Ira, Pak Yus...kalo pakar2 dah angkat bicara..wah,ternyata begitu kompleks ya permasalahannya.
padahal saya tidak menyinggung tentang SPAN apalagi membandingkan kualitas programmer kita dengan yang dimiliki Microsoft Coprporation, tapi baguslah, semuanya menambah wawasan dan wacana kita. Justru sebenarnya saya ingin membanggakan programmer yang kita miliki. Kita pernah memiliki aplikasi Sakpa/sakpad08 yang mampu bertahan dalam kurun waktu 2 tahun (2008/2009) jauh sebelumnya kita juga mempunyai aplikasi SPM (jaman DOS dan xenix...jadi ingat nostalgia jabatan "superngisor"), ada juga ST2000 yang juga mampu bertahan dalam beberapa tahun. kalo dilihat dari perkembangan peraturan sepertinya tidak ada yang menuntut perombakan secara mendasar. Terus terang saya belum memiliki referensi yang cukup apakah aplikasi dari instansi lain termasuk perbankan juga menganut sistem "back to zero" setiap awal tahun (instaler) ataukah hanya cukup memerlukan update saja. Kesan yang ditangkap akan sangat berbeda. Pelebelan aplikasi dgn embel embel tahun (05,07,08,10) mengesankan aplikasi kita baru setiap tahun. Padahal outputnya tidak mengalami banyak perubahan. Barang kali label tahun bisa dihilangkan (jangan tanya saya caranya hehehehe). Perubahan terhadap folder database nya juga berpotensi cukup merepotkan dikemudian hari. Kebiasaan di daerah, kalo ada server baru/ komputer baru aplikasi/ database menggunakan piranti baru. Sehingga terkadang ketika kita mau mengakses data data lama, jangankan datanya....komputernya yang mana sudah tidak terlacak lagi. Alangkah baiknya jika sistem aplikasi kita bisa bertahan untuk beberapa tahun dengan folder database yang tetap (saya ggak tahu istilahnya butuh storage yg besar atau apalah dari bahasa program...sory gaptek nih...tapi kira2 tahu maksud saya khan hehehe). Salah satu kegunaan dari aplikasi/database yg tidak berubah disamping hal tersebut diatas, kita akan dapat dengan mudah untuk menyajikan komparasi laporan untuk beberapa tahun sekaligus, barangkali hal tersebut dapat sangat bermanfaat bagi analis analis untuk membaca trend, menganalisa Strong and Weakness, tapi yang jelas ketika kita membutuhkan data untuk tahun tertentu (kaitan pemeriksaan dan sejenis) maka dapat kita sajikan dengan segera. Dan karena penguasaannya tetap terkontrol pada satu jabatan (supervisor) kemungkinan rekayasa data akan tereliminir karena data rekayasa tersebut dapat terbawa bawa di tahun tahun berikutnya. Demikian yang sanggup saya tambahkan. Sekali lagi, Salam Hormat buat orang2 IT dari Kendari HaBeWe --- In [email protected], cakyus <cak...@...> wrote: > > menurut saya, masalah pengembangan aplikasi di djpbn cukup menarik dan > kompleks > saudara jamurkuping telah mencoba membandingkan aplikasi kita aplikasi > kl bahkan dengan produk dari microsoft. namun ada beberapa hal yang > perlu dicatat ketika membandingkan produk tersebut: > > 1. skill > - bisakah dibandingkan kemampuan programmer microsot dengan programmer kita ? > - untuk menghasilkan programmer saya rasa cukup mudah, dengan diklat > selama kurang lebih 3 bulan, seseorang yang sebelumnya tidak tahu > programming dapat membuat program. namun saya rasa yang dibutuhkan > oleh djpbn bukan lebih banyak programmer namun sistem analis. untuk > mencapai hasil tertentu ada banyak teknik pemrograman yang bisa > diimplementasikan, namun mengetahui teknik pemrograman yang TERBAIK > itulah yang di-handle oleh sistem analis. dengan bantuan dari sistem > analis, diharapkan update service pack sebagaimana yang dijelaskan > oleh jamurkuping bisa terwujud > 2. it master plan > - seperti kita lihat ada beberapa teknologi muktahir yang > diimplementasikan (eg. sms, harddisk scsi), hal ini menunjukkan > kemampuan djpbn dalam menguasai teknologi terkini. namun perlu dikaji > apakah teknologi tersebut yang BENAR-BENAR kita butuhkan dan cocok > untuk diimpementasikan ? > - menurut informasi yang saya dapatkan, SPAN hanya membahas di level > perangkat lunak. dan untuk mengkonversi aplikasi yang telah ada saya > rasa waktu yang dibutuhkan lebih dari satu tahun, itu belum > memperhitungkan perubahan kebijakan yang mempunyai efek pada aplikasi > pada waktu konversi. jadi saya memperkirakan, dalam jangka pendek, > SPAN hanya MENGHUBUNGKAN aplikasi yang ada, bukan mengkonversi > aplikasi yang telah ada > 3. perubahan kebijakan > - dibanding dengan microsoft, djpn memiliki lebih banyak perubahan > kebijakan dan perubahan kebijakan adalah hal yang tidak terhindarkan. > jadi masalah yang dihadapi oleh djpbn LEBIH BESAR dari microsoft. > 4. waktu dan resource yang tersedia > - dengan banyaknya perubahan kebijakan, harus diakui waktu dan tenaga > yang kita miliki untuk menyelesaikan aplikasi terbatas, contoh real > nya: aplikasi peran 2008, penyesuain basis akrual, dan masih banyak > lagi. > > semoga bermanfaat dan cmiiw ( correct me if i'm wrong ) >

