Saya lanjutkan! Antipati terhadap Gayus kini meluas menjadi antipati terhadap seluruh jajaran Ditjen Pajak. Dan tidak diragukan dapat merambah pada kesangsian pada reformasi birokrasi depkeu, terutama aspek remunerasi. Ternyata remunerasi tak dapat berbicara dan mencegah banyak. Ternyata masih saja ada Gayus pada level kroco yang tertangkap. Bnandingkan pada level yang lebih tinggi, seberapa besar uang yang ditilep dan canggihnya modus operandinya. Itulah yang terjadi dei tempat Gayus bekerja, di Direktorat Jenderal Pajak.
Disini pun tak ada bedanya. Ternyata masih saja ada lembur fiktif, yaitu korupsi yang seakan legal dengan cara berjamaah. Bayangkan jumlah dana lembur fiktif yang digelontorkan untuk satu kantor, satu direktorat, bahkan satu direktorat jenderal. Padahal sangat tidak masuk akal jika ada satu unit kerja, satu direktorat, bahkan satu direktorat jenderal, yang hampir seluruh karyawannya melakukan lembur, setiap hari, selama setahun!!! Jika memang ada, berarti pembentukan organisasi tersebut perlu ditinjau kembali karena sudah tidak sesuai dengan beban pekerjaan yang diembannya!! Belum lagi, setiap karyawan ternyata tidak menerima seratus persen dari uang lembur yang mereka tandatangani. Jadi ada peruntukan-peruntukan tertentu dari elite pimpinan dalam hal penggelontoran uang lembur ini. Adanya kasus Gayus perlu dijadikan momentum untuk menjadikan kita lebih baik. Tanpa perlu menuding orang (Gayus) telah melakuan kejahatan luar biasa, ternyata kita juga melakukan mega korupsi dalam bilangan fantastis setiap bulan. Dan itu kita sadari, kita nikmati, dan dengan sadar kita persembahkan pada keluarga di rumah sebagai hasil keringat kita. Sembari mencaci apa yang dilakukan gayus gayus di tempat lain. Sungguh lelucon yang tak lucu... "Fighting corruption means that you are helping your citizens to live in a world that, if not completely egalitarian, is at least more fair, where people are rewarded on merit and effort and not because of their dishonesty." [Abdou Latif Coulibaly, TI 2005 Integrity Award winner] ________________________________ From: heryanto sijabat <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, March 25, 2010 11:56:03 AM Subject: [Forum Prima] Gayus Tambunan "The Most Wanted Government Employee 2010" Setelah melihat apa yg terjadi minggu belakangan ini menjadi hal yg sangat menarik mendengar kasus Gayus Tambunan. Bingung mau bilang apa tentang kasus ini banyak makian dari masyarakat yang bisa kita lihat di forum2 web ..... dan yg paling tidak enak didengar Masyarakat jadi antipati utk bayar pajak toh nanti kena tilep... banyak juga yg bilang "Gayus itu baru satu orang yg ketahuan dan cuma seorang staf" Gayus Tambunan "The Most Wanted Government Employee 2010" Ya udahlah piye maneh??? Salam Manis dari Borneo Island...Peace

