CEPAT, TENGOKLAH KELUAR Hebat ya Kalau kita perhatikan, kita ini hidup di negeri yang paradoks. Di negeri yang kononnya prihatin, penjualan kredit motor meningkat tajam. Orang makan dengan duit puluhan ribu sekali makan. Ratusan ribu bahkan. Mobil berjajar di garasi rumah. Lebih dari satu. Tidak perlu jauh-jauh. Mungkin ketika makan kita sering tidak menghabiskan makanan kita. Ada ayam dan daging disana. Tapi dengan mudahnya kita melihat anak-anak jalanan, pengemis berjajar di jalan-jalan perkotaan. Kolong-kolong jembatan. Makan hanya dengan nasi putih. "Makan saja sulit, apalagi untuk mencukupi kebutuhan lainnya" satu keluhan sering masuk ke telinga kita. Korban bencana yang tetap tidur di pengungsian. Sambil terus berusaha menikmati. Anak-anak cerdas yang menjadi bodoh karena tidak mampu sekolah. Di tengah menggilanya kebutuhan bahan pokok, bencana yang tidak kunjung henti. Lengkap bukan. System yang melemahkan, kemiskinan, dan kebodohan. Sebuah mata rantai keterbelakangan yang sulit diputus. Sudahlah.. tidak perlu menyalahkan siapapun. Sesekali menengoklah keluar, keluarlah sejenak dari ruanganmu yang nyaman. Atau mobil dengan hembusan sejuk AC. Atau cafe dan restoran. Keluar sejenak. Menyapa panasnya siang. Atau singgah sebentar bersama mereka di kerasnya trotoar. Atau tidur di gerobak sampah. Menemani minum teh dari gelas aqua bekas, bersama keluarga pemulung di pinggir jalan. Mengamati mobil-mobil dan gedung-gedung nyaman di depannya. Atau gendonglah sejenak anak jalanan dengan baju kotornya. Hapus ingusnya dengan kainmu yang bersih. Letakkan aja cermin di depan wajah kita. Keliatan.? Sudah keliatan. Tidak perlu melihat yang lain. Tidak perlu menyalahkan yang lain. Untuk apa kita ada. Bukan untuk menyalahkan siapapun. Tapi untuk berkontribusi. Ternyata jadi solusi itu mudah. Memberi itu mudah. Tidak perlu berfikir panjang, ulurkan tanganmu pada pemulung sekejap setelah engkau melihatnya. Sisihkan sedikit saja dari uang makanmu. Mengapa mesti sedikit jika kau punya jiwa yang besar untuk memberi dengan jumlah yang lebih banyak? Berikan saja. Lebih baik jadi solusi daripada menghujat kan? Dan ternyata memberi itu mudah, semakin mudah. teknologi pun semakin memanjakan. Memudahkan. Logika sederhananya; kita lebih produktif, dan pundi-pundi kebaikan semakin menggelembung kian harinya. Memberi itu mudah. Alasan kesibukan sudah usang untuk dijadikan alasan sulitnya menyampaikan santunan kita pada tangan-tangan yang berhak. Lewat ATM, hanya tinggal sentuh, sekejap bantuan anda akan tersalur melalui lembaga yang kredibel. Tinggal ikuti petunjuknya. Ibu jari Anda pun dapat membantu Anda. Saat ini, santunan Anda bisa disalurkan lewat SMS. Melalui infaq SMS, ataupun SMS Banking. Berapapun jumlahnya. Banyak cara bukan. Semakin mudah bukan. Tapi sebanyak apapun caranya. Semudah apapun caranya. Kepedulian dan kemauan untuk berbagi menjadi kuncinya. Dua hal yang saya yakin, hati Anda sudah lama menyuarakannya. Gerakkan jarimu. Berilah. Sentuh ATM nya, atau SMSnya. Atau dengan cara apapun. Berilah. Saya yakin kita orang yang peduli. Sebarkan email ini. Bangunlah multilevel marketing kebaikan. Moga kebaikan untukmu bertambah. Tunggu apa lagi? Hanya tinggal forward. Senangnya jika bisa silaturahmi dengan Anda, Add YM saya (ibot) di langkah_werkudhoro NB: Fasilitas infaq via ATM maupun SMS Banking sudah banyak tersedia di bank. Cek aja di bank Anda. Utk ATM biasanya di item "pembayaran lain" atau "pembayaran ZIS", tergantung banknya. "Semoga infonya bermanfaat. Semoga harta kita menjadi berkah."

