Note: forwarded message attached.
FARIZAL ALBONCELLI
Ajari aku tuk menjadi Mujahid Tangguh!!!
email :[EMAIL PROTECTED]
Friendster : [EMAIL PROTECTED]
Mobile : +62856 9171 4916
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam 'SEBI' Ciputat
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- Begin Message ---
Ass. Wr. Wb.
Artikel yang cukup inspiratif yang ditulis Bang Zaim
dan layak kita baca ...
Ada di Mana Kaum Muda?
28 Oktober 2007. Ada nuansa yang sedikit berbeda dalam
peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Biasanya,
peringatan itu lebih untuk mengenangkan jasa para
pemuda dulu. Yakni, para pemuda yang heroik dan
bersungguh-sungguh buat memerdekaan bangsa ini dari
penjajah: Belanda. Tahun ini kaum muda tak ingin
sekadar mengenang.
Tahun ini, sebagian kaum muda mencetuskan sebuah
keinginan yang lebih jelas. Yakni, keinginan agar kaum
mudalah yang memimpin (bangsa ini). Maka slogan
'Saatnya kaum muda memimpin' pun bertebaran di
mana-mana. Ingatan saya pun melayang ke masa 17 tahun
silam, saat usia menjelang 30 tahun.
Bersama sejumlah teman, saya meninggalkan kemapanan
tempat kerja untuk memulai sesuatu yang baru. Kami
meyakini perlunya hadir sebuah koran baru yang dapat
menjadi saluran aspirasi kebanyakan masyarakat. Kami
pun membangun koran tersebut tanpa perhitungan tak
rumit. Tapi kami punya idealisme, tekad kuat, serta
kesungguhan untuk bekerja ekstra keras. Tersungkur
saat awal tidak menyurutkan langkah. Setelah jatuh
bangun, toh rintisan koran tersebut menjadi Republika
yang ada sekarang.
Keberanian (kadang juga kenekatan) karena keyakinan
seperti menjadi karakter utama kaum muda dalam
melangkah. Karakter itulah memang diperlukan untuk
mendorong perubahan. Proklamasi kemerdekaan Republik
Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dipicu oleh
ketidaksabaran kaum muda sehingga harus 'menculik'
para tokoh nasional. Gerakan Reformasi 1998 yang
mengakhiri era Orde Baru terjadi karena kaum muda
bersatu padu di barisan Amien Rais. Sulit dibayangkan
perubahan-perubahan penting bagi bangsa ini dapat
terjadi tanpa kaum muda memainkan peran kunci.
Peran kaum muda yang sangat mendasar menjadi kunci
utama melejitnya Korea Selatan pascakrisis moneter
(mereka menyebutnya Krisis IMF) 1998. Di seluruh
lapisan birokrasi tanpa kecuali, para profesional muda
mengambil alih tugas para seniornya. Hasil itu segera
terasakan satu dua tahun berikutnya. Dengan bahasa
yang sama, yakni bahasa profesionalitas, kaum muda
yang mengelola negara ini segera mampu menjadikan
kembali Korea Selatan aktif berkompetisi dunia di
berbagai bidang. Berbeda dengan Indonesia, reformasi
yang mereka lakukan bukan hanya reformasi politik,
melainkan juga reformasi ekonomi dan reformasi
birokrasi.
Jika dianggap memerlukan perubahan secara mendasar,
Indonesia memang perlu energi dan keberanian kaum
muda. Persoalannya sekarang, kaum muda ada di mana?
Seorang nasionalis senior yang juga Ketua Dewan
Perwakilan Daerah, Ginandjar Kartasasmita, pun
menyatakan kerisauannya melihat wajah kaum muda
sekarang. 'Hampir semua sibuk berebut kekuasaan. Siapa
lagi yang sungguh-sungguh memikirkan bangsa?'
Kesedihan serupa diungkapkan Soetrisno Bachir yang
dulu membantu kami mengembangkan koran. "Bangsa ini
memerlukan solusi, tapi tak banyak yang mau bekerja
keras untuk itu."
Rumah bagus, mobil bagus, pakaian bermerek, telepon
genggam berganti-ganti, nonton konser Beyonce,
nongkrong di Starbucks, 'dugem', bebas bangun siang,
punya koneksi kuat di kekuasaan, mendapat uang besar
dari komisi proyek, dan berbagai aktivitas happy
lainnya kini menjadi harapan umum bangsa kita.
Termasuk kaum mudanya.
Sedangkan kaum muda di Cina umumnya terus bekerja
keras, jungkir balik untuk dapat mengembangkan bisnis
masing-masing agar dapat menembus pasar dunia.
Perubahan macam apa yang dapat dilahirkan kaum muda
yang lebih suka mengejar 'kemapanan' orang tua
ketimbang bersungguh-sungguh menginginkan perubahan
bangsa ini? Saat kita becermin di depan kaca pagi
hari, pertanyaan itu akan terjawab sendiri.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- End Message ---