Menurut hasil Munas VII kemarin di Riau, kita saat ini
punya visi sampai tahun 2030.... Tim blue print telah
dibentuk.... Dalam blue print tersebut ditarget
mengenai visi jangka panjang dan pendek serta strategi
meraihnya. Kalau 100 tahun ke depan masih sulit...
Biasanya rencana pembangunan jangka panjang tingkat
negara hanya berkisar sekitar 25 tahun. Dalam rencana
pembangunan jangka panjang tidak hanya visi saja, tapi
sudah mencakup breakdown dari visi beserta
langkah-langkah strategis yang harus ditempuh.
Untuk masalah sulitnya dana bagi kampus kecil untuk
ikut kegiatan-kegiatan nasional, saya juga sangat
sepakat... Dalam artian, kampus saya juga dana sangat
seret kalau untuk ikut kegiatan nasional. Kayak
kemarin Temilnas di UI, kami tidak ikut karena seret
dana meski udah diajuin ke pihak kampus. Untuk
Temilnas di Unsoed tahun 2006, dana yang dikeluarkan
adalah dana pribadi.
Brasto Galih Nugroho
Staf Ahli Presidium Nasional V
Anggota Tim Blue Print 2008-2030
SIEF STIE SBI, kampus kecil seret dana
--- In [EMAIL PROTECTED] com, muhammad hafiz
<h4peace1985@ ...> wrote:
>
> Semoga FoSSEI dapat menanggapi persoalan ini dengan
serius.
>
> Sudah saatnya FoSSEI berfikir ulang mengenai format
organisasi,
program kerja, sumber pendanaan dan target-target yang
jelas "AKAN
MENJADI SEPERTI APA FoSSEI 5, 10, 15, 20, BAHKAN KALAU
PERLU 100
TAHUN KEDEPAN". apakah akan tetap bertahan seperti ini
????? atau
menjadi lebih baik???? atau jangan-jangan FoSSEI akan
hilang ditelan
waktu????
Re: FoSSEI........? Cape Deh.....
Posted by: "fahrurrazi ar-razi" [EMAIL PROTECTED]
adji_kiri
Fri Jan 4, 2008 4:43 am (PST)
SEPAKAT.
FoSSEI perlu memikirkan langkah gerak kedepan, tidak
lagi centralis, tetapi lebih mengarahkan pengembangan
keluar, Perlu memikirkan "Subsidi silang" Ilmu
pengetahuan antara di pusat dan "yang bukan pusat",
sehingga penerapan, penyebaran, dan pemahaman ekonomi
Islam lebih merata, tidak bertumpuk di pusat saja,
sedangkan yang bukan pusat malah gersang dengan
ekonomi Islam.
masalah "kewajiban" untuk hadir di acara-cara pusat
sebaiknya hukumnya disunahkan saja, jadi bila ada KSEI
yang tidak mampu untuk mengikuti acara FoSSEI tetap
bisa menjadi anggota, saya yakin, KSEI yang gak pergi
bukannya gak mau pergi, tapi gak ada uang buat pergi.
kita perlu memikirkan bagaimana cara yang efektif
untuk tetap bersilaturahmi tanpa harus mengeluarkan
biaya yang besar. ADA YANG PUNYA IDE????????
muhammad hafiz <h4peace1985@ yahoo.com> wrote:
Semoga FoSSEI dapat menanggapi persoalan ini dengan
serius.
Sudah saatnya FoSSEI berfikir ulang mengenai format
organisasi, program kerja, sumber pendanaan dan
target-target yang jelas "AKAN MENJADI SEPERTI APA
FoSSEI 5, 10, 15, 20, BAHKAN KALAU PERLU 100 TAHUN
KEDEPAN". apakah akan tetap bertahan seperti ini ?????
atau menjadi lebih baik???? atau jangan-jangan FoSSEI
akan hilang ditelan waktu????
barep_hay <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote: biarpun kami
berada jauh di seberang pulau,
bukankah kami bagian dari FoSSEI?
biarpun kami tak memiliki roda untuk mengantarkan kami
ke kota Gudeg,
bukankah kami adalah bagian dari FoSSEI?
jika yang berhak mengikuti acara 2 nasional adalah
KSEI yang mampu,
bukankah seyogyanya, forum silaturahim ini dapat
membantu anggotanya
yang kurang bahkan tidak mampu??
tapi kenapa, saya, ah bukan, kami,
tak merasakannya.
tempat kami memang terpencil, ah tidak, kami dekat
dengan ibukota
tapi kami tak merasakan ada ibu yang membimbing dan
mengembangkan
diri kami.
Bukankah FoSSEI ada, karena adanya KSEI - KSEI yang
berdaya.
lalu mengapa KSEI-KSEI yang belum berdaya, merasa
tertinggal jauh.
sementara, acara2 yang ibu kami adakan adalah acara2
nasional yang
tiap tahunnya berpindah tempat, dan itu memakan biaya
besar.
bukankah untuk terbang ke sana, memerlukan senjata.
yang kami tak punya.
ah, mengeluh!
benci aku atas kata ini.
ibu, kami hendak bertanya, apakah kerjamu hanya
mengadakan event2
nasional,,,, yang kami harus datang....?
jika tak datang, maka kami bukanlah anggotamu, bukan
anakmu.
jadi engkau hanya bisa dikunjungi oleh orang2 yang
kaya, yang punya
uang, yang bisa terbang ke seluruh indonesia.
sementara kami, atau
rakyat indonesia. tak mengenal apa itu FoSSEI. tak
mengenal apa itu
ekonomi islam.
maaf ibu, mungkin saudara2ku akan memprotes keluhanku
ini.
"tidak benar! tidak begitu! kami mempunyai visi
membumikan ekonomi
islam!"
bahkan mungkin, engkau pun berkata begitu, "ibu"
kami ingin merasakan kasih sayang seorang "ibu"
yang tidak hanya ingin didatangi
tapi juga mendatangi kami.
kami rindukan itu
kami rindukan visimu yang mulia,
maafkanlah kami, ibu
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping