Sebagai permulaan, saya cuma ingin menjelaskan apa itu sontoloyo
dalam persepsi orang jawa tengah.
dalam bahasa jawa tengah, sontoloyo adalah sebuah nama jabatan
(profesi) bagi seseorang atau lebih yang menggembala bebek ( dalam
bahasa jawanya : wong sing angon bebek).  biasanya memakai caping
(topi khas di sawah bentuknya seperti corong). membawa tongkat tipis
tapi panajng dan diujung tongkat ada plastik atau apapun itu yang
bentuknya seperti rumbai-rumbai yang melambai-lambai.
itulah yang namanya sontoloyo. perihal kemudian sontoloyo itu
dijadikan ungkapan untuk memaki orang itu adalah merupakan
perkembangan yang tentunya tidak ada hubungannya dengan apa yang
bakalan saya tulis nantinya. 
 sontoloyokah FoSSEI? atau dengan kata lain apakah FoSSEI itu
manajemennya seperti mas2 atau mbak2 yang jadi sontoloyo?.
 seorang sontoloyo itu bertanggungjawab atas semua bebek yang
digembalakannya. bentuk tanggungjawab ditunjukkan dengan bagaimana
seorang sontoloyo itu mengarahkan bebek2nya untuk dapat mencari
makanan dan berkembang biak sebanyak-banyaknya.
dia mencarikan tempat yang terbaik bagi para bebek yang ditempat
tersebut para bebek dapat makan dengan nyaman, dan tidak terusik oleh
siapapun. ketika menggiring para bebek, dia berada di belakang para
bebek, atau dengan kata lain, sontoloyo itu selalu memperhatikan bebek
yang berada paling belakang karena biasanya bebek yang jalannya lambat
kalau tidak diawasi dengan baik, bebek yang suka jalan di belakang ini
 bisa2 kabur atau bahkan mungkin dimakan ular sawah tanpa
sepengetahuan si sontoloyo.
seorang sontoloyo juga bertanggungjawab untuk memasukkan para bebek
kembali ke kandang di malam hari. bahkan kalau ada bebek yang
kelihatan kurang sehat, maka sontoloyo akan bilang ke juragan bebek
untuk minta uang dan beli obat. kemudian bebek diobati si sontoloyo
pun berdoa semoga si bebek ndak apa-apa dan cepat sembuh.
ke esokan harinya, si sontoloyopun harus bersiap2 untuk kembali
menggembalakan para bebek yang sudah kelaparan.
tapi biasanya sebelum berangkat, sontoloyo memeriksa kandang dan
biasanya memunguti telur bebek yang ditelurkan para bebek dalam
semalam ini. telur itu di kasihkan ke juragan bebek yang kemudian si
sontoloyo akan mendapatkan bagian dari bagi hasil dengan juragan
bebek.begitulah sontoloyo.
dari kisah sontoloyo diatas, apakah FoSSEI itu manajemennya seperti
sontoloyo?
btw : 
ada hal tragis bagi para sontoloyowan dan sontoloyowati se jawa tengah.
setelah ada isu Avian Influenza alias Flu Burung atau kami orang jawa
bisa menyebut pilek manuk, para sontoloyowan-wati tercenung sedih
melihat para bebek dibakar hidup-hidup. para bebek dituduh sebagai
biang menularnya wabah itu. padahal yakin walgokin bahwa meskipun para
bebek itu makanya jorok ( dari lumpur terus disosori)tapi mereka itu
juga peduli kesehatan ( ingat lagu "bebek adus kali, nyosori sabun
wangi??..)
Demi Allah andaikan kita bercermin kepada para sontoloyo, maka kita
akan teringat bahwa manajemen yang profesional itu bukan hanya milik
orang berdasi saja... 


Kirim email ke