Pernah bayangin, ketika kita bisa dengan mudah menemukan, siapa-siapa
saya yang telah melakukan riset2 dengan topik yang sama dengan yang
akan kita lakukan.. Lalu kita juga dapatkan temuan2 mereka.. Dan kita
tinggal berkonsentrasi, "Apa beda riset saya dengan yang terdahulu dan
kontribusi apa yang akan saya berikan?"


Pernah bayangin, ketika kita gak perlu bertanya, "Siapa menerbitkan
jurnal apa di mana isinya apa.." Atau malah jangan2 kita gak pernah
tahu selama ini sudah ada yang menerbitkan jurnal ekonomi islami :>
(padahal pada saat yang sama, sang penerbit mengeluh karena stok
jurnalnya menumpuk di lemari kantor!)

Pembicara datang jauh-jauh dari Jakarta ke
Sumatera-Kalimantan-Sulawesi-Irian, atau kita bayar tiket seminar
mahal2 ratusan ribu, hanya untuk melihat rentetan slide tentang
perkembangan aset perbankan syariah, DPK, pembiayaan dll. Huuh.. Tapi
itu kemarin2. Besok2 gak perlu terjadi lagi!  

Sebab, ketika kita klik, sudah keluar data tentang perkembangan aset
perbankan syariah, atau DPK, atau pembiayaan dll dalam format excel
(lengkap dengan grafik time series atau ilustrasi charts lainnya) yang
bisa di-copy paste, lalu taruh ke SPSS atau Eviews lalu dianalisis
dengan variabel lain.. 

Jadi, kalaupun kita mengundang pembicara, atau bayar mahal ikut
seminar, yang kita bicarakan adalah hal yang sudah selangkah "lebih
dalam dan maju" dari sekedar cerita data.. (he.. he.. kalau dulu yang
disebut "pakar" adalah yang kebetulan bisa mengakses data, besok yang
disebut pakar adalah yang benar2 serius dan bisa menganalis data
dengan baik.. soale semua kan sudah punya datanya :> )

Format awal yang sederhana dari ide ini telah ditampilkan dalam
website www.lebi.fe.ugm.ac.id Dengan beberapa pertimbangan (termasuk
teknis yang berkaitan dengan kapasitas hosting), maka sebuah web baru
sedang disiapkan, dengan konten yang jauh lebih lengkap (termasuk
melalui riset yang sedang berlangsung) dan insya Allah dapat menjadi
jalan bagi sebuah "revolusi" penelitian ekonomi islami..

Akbar

_______________

MENJALIN JEJARING RISET EKONOMI ISLAMI

Akhmad Akbar Susamto
- Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islami (LEBI) FEB UGM
- Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM

Meskipun praktik-praktik ekonomi islami termasuk perbankan dan
keuangan syariah di tanah air telah menunjukkan kemajuan yang cukup
signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tantangan
pengembangannya ke depan jelas tidak akan selalu mudah. Oleh karena
itu, berbagai unsur pendukung harus terus dioptimalkan untuk membantu
percepatan kemajuan ekonomi islami di masa yang akan datang.
 
Di antara unsur pendukung tersebut adalah riset atau penelitian.
Dengan penelitian, penentuan kebijakan dan strategi pengembangan
ekonomi islami dapat dilakukan secara lebih tepat berdasarkan potensi,
permasalahan, dan kecenderungan-kencederungan yang benar-benar terjadi
di masyarakat. Dalam hal ini, peran penelitian hanya akan optimal
bila: Pertama, topik-topik penelitian teoretik dan praktik yang
dilakukan benar-benar terkait dengan pengembangan ekonomi islami.
Kedua, setiap penelitian yang dilakukan benar-benar memberi nilai
tambah dibandingkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Nilai
tambah dimaksud dapat berupa eksplorasi topik yang baru atau
pendalaman topik lama yang telah dikaji sebelumnya tetapi dengan
metode, sampel atau kurun waktu analisis yang berbeda.

Sejauh ini, minat berbagai kalangan untuk melakukan penelitian tentang
aspek-aspek ekonomi islami telah cukup besar. Setiap tahun,
diperkirakan ada puluhan riset ekonomi islami di tanah air, baik
berupa riset bisnis/kebijakan, riset akademik oleh pengajar atau
peneliti perguruan tinggi, maupun riset wajib oleh mahasiswa seperti
disertasi atau tesis pascasarjana dan skripsi calon sarjana.
Riset-riset ini sebagian disponsori oleh lembaga bisnis atau instansi
pemerintah tertentu, tetapi mayoritas merupakan penelitian mandiri
dengan pendanaan yang sepenuhnya berasal dari sumber pribadi atau
instituti peneliti.

Namun, patut disayangkan bahwa banyak di antara riset-riset yang telah
dilakukan cenderung terpisah satu dengan yang lain. Banyak peneliti
ekonomi islami menulis tentang topik-topik yang sama, tetapi
tulisan-tulisan tersebut tidak terjalin sinambung, tidak ada kritik,
tidak ada saran, dan tidak ada simpulan sehingga topik-topik yang
dibahas cenderung stagnan dan tidak mengalami penajaman. 

Pengulangan-pengulangan yang terjadi tidak saja menghambat
pengembangan substansi kajian ekonomi islami, tetapi lebih jauh juga
mengakibatkan kebosanan dan pandangan skeptis sejumlah pihak. Situasi
ini dalam batas-batas tertentu menjadi semakin parah karena kebetulan
di Indonesia belum terbangun budaya akademis yang kokoh, sehingga
nilai sebuah penelitian atau publikasi ilmiah lebih sering ditentukan
oleh popularitas atau posisi struktural si peneliti atau penulis
daripada kualitas karya mereka. Begitu juga, kritik terhadap sebuah
penelitian atau publikasi ilmiah masih sering diasosiasikan dengan
serangan atau sikap tidak hormat terhadap peneliti atau penulisnya.

Dalam kaitan itu, perlu diupayakan langkah-langkah optimalisasi peran
penelitian dalam mendukung kemajuan ekonomi islami di Indonesia. Di
antaranya melalui pengembangan sistem informasi riset dan data ekonomi
islami, yang tidak saja lengkap, tetapi juga dapat diakses secara
mudah oleh para peneliti dan peminat ekonomi islami di Indonesia
(terutama secara online melalui internet). 

Tiga sasaran terpenting langkah ini adalah: Pertama, terpetakan dan
terjalinnya jejaring riset dan publikasi ilmiah ekonomi islami sesuai
dengan klasifikasi detail topik-topik yang dibahas. Kedua, terciptanya
jalinan komunikasi penelitian (atau semacam "klaster" riset)
antar-peneliti dan peminat ekonomi islami. Ketiga, terbangunnya budaya
akademik khususnya tradisi kritis dalam penelitian dan publikasi
ilmiah tentang ekonomi islami.

Sistem informasi riset dan data ekonomi islami harus memuat
sekurang-kurangnya daftar penelitian atau publikasi ilmiah ekonomi
islami yang dipetakan dan diklasifikasikan secara detail, baik
berdasarkan subyek bidang kajian, seperti ilmu ekonomi, manajemen,
akuntansi, dan syariah muamalah/hukum, maupun berdasarkan obyek kajian
seperti lembaga keuangan, ziswaf (zakat, infak, sadaqah, wakaf),
pemberdayaan umat, dan pemberantasan korupsi. Sebagai contoh,
klasifikasi riset-riset tentang subyek ilmu ekonomi islami dapat
mencakup konsep dasar, metodologi, pemikian ekonomi (klasik maupun
kontemporer), teori mikroekonomi, teori makroekonomi, dan ekonomika
terapan. Masing-masing klasifikasi ini kemudian dapat dibagi lagi
menjadi sub-sub yang lebih kecil hingga level kedua, ketiga, keempat
dan seterusnya. Begitu juga, klasifikasi riset-riset tentang obyek
lembaga keuangan dapat mencakup antara lain perbankan, asuransi, pasar
modal, dan lembaga keuangan mikro, yang masing-masing dapat dibagi
lagi menjadi sub-sub yang lebih rinci.

Di luar muatan inti tersebut, sistem informasi riset dan data ekonomi
islami dapat memuat daftar jurnal-jurnal ilmiah ekonomi islami lengkap
dengan urutan waktu penerbitan dan judul tulisan-tulisan yang ada di
dalamnya. Begitu pula, daftar lengkap buku-buku tentang ekonomi islami
(termasuk daftar isi), baik yang diterbitkan di dalam negeri maupun
luar negeri.

Lebih jauh, sistem informasi riset dan data ekonomi islami juga dapat
memuat daftar peneliti atau praktisi utama ekonomi islami, baik lokal,
nasional, maupun internasional, lengkap dengan profil dan aktivitas
profesional mereka. Daftar institusi atau organisasi yang memfokuskan
perhatian pada penelitian dan pengembangan ekonomi islami juga layak
dipertimbangkan, di samping hal-hal lain yang dapat mendorong
terbangunnya budaya akademik dalam penelitian dan publikasi ilmiah
tentang ekonomi islami  

Upaya menjalin jejaring penelitian ekonomi islami mungkin harus
disertai dengan pengorbanan tenaga, waktu dan biaya. Namun, insya
Allah bila diikhtiarkan secara sungguh-sungguh, pengorbanan itu akan
berbalas manfaat yang jauh lebih besar guna mengoptimalkan peran
penelitian dalam mendukung kemajuan ekonomi islami di masa mendatang. 

Rasanya sangat tepat apa yang pernah dikatakan pakar ekonomi islami,
Muhammad Umer Chapra, dalam sebuah wawancara, "[E]konomi islami
membutuhkan pemikiran-pemikiran besar yang kreatif... Tidak ada tempat
bagi pengulangan-pengulangan apa-apa yang telah ditulis. Sungguh
sayang bahwa sebagian penulis kita tidak membaca apa-apa yang telah
pernah ditulis..." Wallahu `alam.


Kirim email ke