From: Agustianto M.Ag <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: KAMPANYE NASIONAL EKONOMI SYARIAH di 15 REGIONAL!!!!
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, April 22, 2008, 4:59 PM
Wassalam,
Syukran, alhamdulillah, Luar biasa kegiatannya, Terima kasih anda-anda bisa
tampil sebagai mujahid ekonomi syariah.
Saya kira kita bisa kerjasama dalam membumikan ekonomi syariah di Indonesia,
seperti workshop, training, seminar, dan sebagainya.
Menurut saya gerakan kampanye harus punya dampak dan bisa diukur. Misalnya
meningkatkan pertumbuhan asset bank syariah.di kota X tempat kampanye.
Dampaknya juga dapat membuat bank-bank syariah antrian diserbu umat karena
mereka sadar tentang keunggulan bank syariah.
Peran para ulama jangan diabaikan. Mereka harus dicerdaskan dan dicerahkan
dengan pemahaman ekonomi syariah yang tepat sesuai dengan keulamaannya, agar
mereka dapat mendakwahkannya kepada ribuan jamaahnya di masjid2 dan pengajian2.
Maka perlu ada workshop ulama tentang ekonomi syariah. Saya memiliki modul
training ulama dengan bahasa kitab kuning, bahasa ilmu syariah, agar mereka
menerima dengan cepat ekonomi syariah tersebut dan merasa bertanggung jawab
mendakwahkannya. kepada.semua umat.
Tentang kampanye, kita dari IAEI, baik secara pribadi maupun organisasi,
mendukung dan sangat setuju. Saya juga dan teman2 setiap saat dan terus
menerus kampanye ekonomi syariah di mana-mana. Kita sama dalam visi, misi dan
program unggulan. Fossei harus kerjasama dengan IAEI dalam kampanye nasional
ini sebagaiman di masa-masa yang lalu.
Sekali lagi penekanan saya, Hendaknya kampanye punya dampak dan pengaruh bagi
peningkatan kesadaran dan pemahaman umat serta market share LKS. Kampanye harus
dievaluasi hasilmnya, sejauhmana efektifitasnya. Karena kita tidak ingin
kampanye besar-besaran dan hebat, tetapi umat masih banyak menabung di bank
konvenional, market share tetap rendah 1,8 persen. Untuk memberhasilkan gerakan
kampanye, maka metode kampanye harus mengacu kepada Alquran dan sunnah, karena
ekonomi Islam itu berasal dari Al-quran. Alquran dan hadits mengajarkan, bahwa
ulama sangat menentukan perannya dalam dakwah syariah. Tapi ustaz, tokoh agama
masih banyak yang perlu diworkshop/dibekali tentang bank syariah.
Alhamdulillah saya sudah membuktikan betapa pendekatan dakwah ini sangat
efektif, tentunya tanpa menafikan pendekatan rasional dan profesionalisme.
Harap diteruskan kepada president Fossei yang lain. agar ekonomi syariah makin
jaya.
Wassalam.
Agustianto. Sekjen IAEI.
----- Original Message ----
From: Farhan Al Azhar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 18, 2008 7:04:32 AM
Subject: KAMPANYE NASIONAL EKONOMI SYARIAH di 15 REGIONAL!!!!
FoSSEI Gelar Kampanye Nasional
di 15 Regional di Seluruh Indonesia
[fossei.org-jakarta 17/04/08] Apabila kita kilas balik lagi 10 tahun yang
lalu, bahwa salah satu penyebab yang melatarbelakangi pergerakan mahasiswa
ketika itu adalah karena keadaan bangsa kita yang sedang digoncang oleh badai
krisis ekonomi. Harga-harga yang melambung tinggi, kemiskinan yang semakin
meningkat, utang negara yang semakin mencekik akhirnya membuat rakyat berteriak
hingga kerusuhan terjadi di mana-mana
.
Mungkin inilah salah satu ledakan kecil dari mengguritanya sistem ekonomi
kapitalisme dan akan ada ledakan-ledakan yang lebih dahsyat yang akan kita
hadapi jika sistem ini tidak juga di renovasi (baca: hancurkan). Tidak hanya di
Indonesia namun juga sebagian besar negara-negara di dunia.
Oleh karena itu, hari ini, untuk kesekian kalinya Forum Silaturahim Studi
Ekonomi Islam (FoSSEI) sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi semua
mahasiswa yang ingin mengapresiasikan dan mengaktualisasikan ekonomi Islam
dalam kehidupan sehari-hari dengan visi mulia membumikan ajaran-ajaran Islam
dalam bidang ekonomi, tidak ingin menjadi bagian yang salah dari suatu sistem
ekonomi yang sudah bobrok.. FoSSEI menggelar suatu gerakan besar untuk
mensosialisasikan ekonomi syariah di nusantara. Untuk kesekian kalinya FoSSEI
menggelar Kampanye Nasional Ekonomi Syariah.
Jika para pengatur kebijakan moneter di Direktorat Perbankan Syariah Bank
Indoneisa beberapa waktu yang lalu menggelar event Festival Ekonomi Syariah
(FES) di 5 kota besar di Indonesia, maka FoSSEi selaku mahasiswa yang sering
dibilang agent of change tadak mau ketinggalan untuk berkontribusi melakukan
perubahan. Tidak hanya di 5 kota, tetapi langsung di 15 regional di seluruh
Indoneia.
Ya! Kegiatan Kampanye Nasional (KAMNAS) ini memang dikonsep berbeda dengan
KAMNAS-KAMNAS sebelumnya. Jika pada KAMNAS 2007 lalu hanya fokuskan pada
beberapa tempat saja dan hanya berbentuk seminar, talkshow, training dan
sebagainya, maka untuk KAMNAS 2008 ini dilakukan di seluruh regional FoSSEI
dengan kegiatan yang lebih bervariasi.
Misalnya saja di regional paling barat, Regional Sumatera Bagian Utara.
Pelaksanaan KAMNAS di regional ini bernama Islamic Economic Goes to School yang
akan dilaksanakan di bulan Mei 2008. Muhammad Khadafi, ketua KSEI IAIN
Sumatrera Utara mengatakan, "Kegiatan ini tidak hanya di fokuskan kepada para
pelajar SMA se-kota Medan saja, namun para guru terutama yang mengajar mata
pelajaran ekonomi juga diikutsertakan sebagai peserta."
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Regional yang baru saja melakukan
PILKADA, yaitu Regional Jawa Barat. Regional ini juga menggelar Diskusi Pelajar
mengenai ekonomi syariah, tepatnya pada tanggal 6 maret 2008 yang lalu. "Selain
itu kami juga melakukan deklarasi dan penandatanganan oleh para tokoh dan
lembaga untuk mendukung Gerakan Ekonomi Syariah." Kata Sirodj, Koordinator
Regional Jawa Barat.
Lain halnya dengan Regional Sumatera Bagian Selatan. Regional ini rencananya
akan menggelar SEVEN (Sharia Economic Event) pada tanggal 3-7 Mei mendatang di
Universitas Lampung. Salah satu acara yang digelar adalah Seminar Nasional
dengan tema Shariâa Economics as a Solution for Better Civilization yang
rencananya akan dihadiri oleh para praktisi ekonomi syariah seperti Bpk Ramzi A
Zuhdi (Direktur DPbS BI), Bpk Andi Rahmat (Komisi XI DPR-RI), Bpk Dahlan Siamat
(Departemen Keuangan RI) juga oleh perwakilan dari Pasar Modal Syariah BAPEPAM.
Selain itu, kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan Sharia Economi Training dan
Musyawarah Regional FoSSEI Regional Sumbasel yang merupakan agenda wajib di
tiap-tiap regional.
Selain menggelar seminar dan diskusi pelajar, FoSSEI juga menggelar penyuluhan
langsung ke masyarakat tentang Ekonomi Syariah. Hal ini dilakukan oleh para
pengurus dari Regional Kalimantan Bagian Selatan di bulan Maret-Mei 2008.
Charul Anwar, KOREG KALSEL mengatakan "Hal ini dilakukan karena sebagian besar
para pengurus regional sedang ada tugas Kuliah Kerja Nyata dari kampusnya
masing-masing, jadi saya mensiasati untuk KAMNAS-nya yaitu melakukan penyuluhan
Ekonomi Syariah langsung ke pedesaan, namun puncaknya nanti akan ada Seminar
Ekonomi Syariah yang diisi oleh praktisi dan akademisi."
Masih di Pulau kalimantan, yaitu di Regional Kalimantan Barat, rencananya
mereka akan menggelar sebuah "Revolusi Ekonomi Syariah" di bumi Borneo
tersebut. Belum jelas apa yang dimaksud dengan revolusi tersebut, namun
setidaknya akan ada aksi damai dan sosialisasi cerdas mengenai Ekonomi Syariah.
Sedangkan untuk Regional yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan yaitu
Regional Jabodetabek, meskipun beberapa kegiatan yang lalu kurang di dukung
oleh Lembaga-Lembaga Keuangan Syariah dalam hal dana dengan alasan sudah
tersedot oleh kegiatan ISE'07 dan FES, namun mereka tak kehabisan akal. Untuk
kegiatan KAMNAS kali ini mereka bekerja sama dengan Jakarta Islamic Centre akan
menggelar Jakarta Islamic Festival dengan salah satu kegiatannya yaitu Road
Show Sosialisasi Ekonomi Syariah ke SMA/MA sederajat di Jakarta, Depok, Bogor,
Tanggerang dan Bekasi. Selain itu juga akan menggelar Seminar Muslimah Ekonomi
Syariah yang akan dihadiri oleh anggota DPR RI, Ibu Nursanita Nasution. Dan
yang paling penting lagi, rencananya mereka akan menghadirkan ulama timur
tengah yang sudah tidak asing lagi di kalangan umat Islam, yaitu Syaikh DR.
Yusuf Qhardawi.
Rencananya, untuk puncak dari kegiatan KAMNAS ini akan dipusatkan di Regional
Sumatera Bagian Tengah, tepatnya di Pekanbaru, Riau. Seluruh anggota FoSSEI
dari kampus-kampus di seluruh Indonesia diagendakan akan hadir. Salah satu
kegiatannya adalah Simposium Nasional mengenai pemaparan dari tiap-tiap kampus
tentang Perkembangan Ekonomi syariah di tiap-tiap propinsi dan rekomendasi apa
yang bisa dihasilkan oleh FoSSEI kepada pihak-pihak terkait, selain juga akan
dimasukkan ke dalam blue print FoSSEI yang baru. Selain itu akan ada Aksi Damai
Ekonomi Syariah dari seluruh anggota FoSSEI se-Indonesia untuk menekan
pemerintah agar lebih memfokuskan dan mendukung perkembangan Ekonomi Syariah.
Regional-regional lainnya pun tak kalah kreatif dan variatif dalam menggelar
dan mensukseskan agenda KAMNAS 2008 ini, seperti Temu Ilmiah Regional,
Pembentukan Desa Binaan Ekonomi Syariah, Tebar Stiker & Phamplet Ekonomi
Syariah, dll. Dengan dukungan semua elemen organisasi mahasiswa, KAMMI, HMI,
FSLDK, PMII, BEM SI, dll juga asosiasi-asosiasi ekonomi syariah seperti MES,
PKES, ASBISINDO, AASI, AAKSI, IAEI, juga kepada Direktorat Perbankan Syariah
Bank Indonesia, Departemen Keuangan, DSN MUI dan lain sebagainya semoga bisa
menyukseskan kegiatan KAMPANYE NASIONAL EKONOMI SYARIAH 2008 ini. [farizal]
FARIZAL ALBONCELLI
PRESIDIUM NASIONAL FoSSEI
Centre of Communication and Data Administration
Friendster : [EMAIL PROTECTED]
Mobile : +62856 9171 4916
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam 'SEBI' Ciputat
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.