Tetap saja Fatwa bukan barang mainan, Buya Hamka tidak pernah main-main dalam 
Fatwa, haq adalah haq, bathil adalah bathil, seperti fatwa tentang perayaan 
natal..
Menyebarluaskan 'fatwa' konyol (meskipun cuma canda-an atau kritik-an) adalah 
tindakan yang kurang baik..
Bagaimana bila nanti ada suatu masa dimana semua orang mengangap dirinya 
sendiri mampu membuat fatwa..
Fatwa jadi ngga lebih dari humor belaka..

Istighfar rame-rame yuk...

"Astaghfirullah......"

Maaf ya kalau ngga sesuai dengan pandangan teman-teman..


Ahmad Badrudduja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
MUI, Humor dan Sindiran

Ruzbihan Hamazani


 Alkisah, suatu hari Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah dan Sekjen MUI, 
mengatakan bahwa menurut fatwa MUI, umat Islam dilarang mengawini gadis 
sekantor. Pernyataan ini langsung menyulut kontroversi luas. Media massa 
tergoda untuk mengadakan wawancara eksklusif dengan Pak Din untuk 
mengklarifikasi fatwa yang membingungkan ini. Bagaimana mungkin seseorang 
dilarang menikahi gadis sekantor? Apakah ada dalilnya dalam Qur'an atau hadis?
 Lalu terjadilah wawancara berikut ini:


 Wartawan: Pak Din, apakah betul MUI mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam 
dilarang menikahi gadis sekantor?


 Din Syamsuddin: Betul.


 Wartawan: Apa dasarnya? Apakah ada dalilnya dalam Qur'an dan hadis?
 Din Syamsuddin: Dasarnya sederhana saja. Wong kawin dengan satu gadis saja 
sudah repot, apalagi mengawini gadis  sekantor. Bayangkan, kalau di kantor ada 
100 gadis, apakah kita mampu menikahi mereka semua. Lagi pula, itu kan jelas 
bertentangan dengan ajaran Islam. Islam hanya membolehkan kawin dengan empat 
orang perempuan, maksimal.


  Kisah di atas itu saya peroleh baru-baru ini dari seorang teman via email. 
Judul email itu membuat saya terangsang membaca: "MUI mengharamkan nikah dengan 
gadis sekantor". Saya berkata dalam hati: wah, berita ini menarik. Setelah 
membaca keseluruhan email itu, saya akhirnya tahu, isinya hanyalah "joke" atau 
guyonan semata. Pesannya sangat jelas: menyindir MUI yang selama ini dikenal 
sebagai lembaga yang rajin dan bersemangat memproduksi fatwa. Sebagai guyonan, 
tentu isi email itu hanyalah rekaan belaka. Tak ada fatwa "konyol" seperti itu 
dalam dunia riil. Dan tentu, MUI tak akan sembrono mengeluarkan fatwa semacam 
itu, kecuali jika mau menjadi sasaran damprat dan kritik.

Untuk membaca artikel ini  selengkapnya, sila klik:

http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/05/02/mui-humor-dan-sindiran/


           

---------------------------------
Be a better friend, newshound, and  know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
     
                                       

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke