* Wawancara Khusus
Pengikut Ahmadiyah Menjelaskan Tentang Ahmadiyah
Tantra Nur Andi
Borneo Tribune, Pontianak
Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan pemerintah SBY ternyata tidak
membuat jemaah Ahmadiyah bergeming dari keyakinannya. Justru sebaliknya, jemaah
Ahmadiyah semakin meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Imam Mahdi yang
datang di akhir zaman. Jemaah ini juga tetap mengaku sebagai umat Islam.
”Kami ini umat Islam, kalau kami harus kembali ke ajaran Islam maka harus
kembali ke ajaran Islam yang mana? Karena kami juga mengikuti ajaran Islam,”
kata Mubalig Jamaah Ahmadiyah Kalbar, Mukhlis, Selasa (10/6) di Sekretariat
Jamaah Ahmadiyah Kota Pontianak.
Jamaah ini justru mengaku sudah menunggu dikeluarkannya SKB sejak bulan April
lalu. ”Kami menerima SKB tersebut dan berusaha menaatinya karena itu aturan
dari negara,” katanya lagi.
Mukhlis mengungkapkan isi SKB tidak terlalu jelas, apakah pembekuan kegiatan
Ahmadiyah hanya yang bersifat keluar seperti mensyiarkan ajaran Ahmadiyah atau
sampai penghentian aktivitas dalam lingkungan jamaah Ahmadiyah seperti salat
dan pengajian berjamaah. Kalau kegiatan keluar seperti tidak boleh mendakwahkan
ajaran Ahmadiyah pada umat lain, itu tidak masalah. Tapi kalau sampai
menghentikan aktivitas dalam lingkungan jamaah itu berarti pemerintah telah
melanggar hak asasi manusia yang hakiki. Keyakinan seseorang pada Tuhan tidak
ada yang bisa mengatur karena itu urasan seseorang pada Tuhan.
”Sampai kiamat pun tidak ada yang bisa mengubah keyakinan kami bahwa Mirza
Ghulam Ahmad adalah nabi sekaligus Imam Mahdi,” ujarnya.
Sebenarnya persoalan perbedaan keyakinan jamaah Ahmadiyah dengan umat Islam
golongan lain sangat sederhana. Karena jamaah ini juga meyakini Al-Qur’an,
Hadist dan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Hanya bedanya kalau Ahmadiyah
meyakini bahwa Imam Mahdi sudah turun yaitu Mirza Ghulam Ahmad sedangkan umat
Islam lainnya masih menunggu kedatangan Imam Mahdi sebagai orang yang akan
memenangkan Islam di akhir zaman.
”Syahadat kami sama, rukun Islam dan rukun Imam kami sama, sholat dan puasa
kami juga sama, yang beda hanya persoalan kenabian,” jelasnya.
Ahmadiyah juga tidak tidak bermaksud menodai agama Islam atau mendirikan agama
baru. Justru jamaah Ahmadiyah berjuang untuk mengislamkan kembali umat Islam
dan memenangkan Islam di akhir zaman.
Walaupun jamaah Ahmadiyah terus dianiaya dan dianggap sesat, mukhlis mengatakan
jamaah ini tidak dendam sedikit pun pada para ulama dan pemerintah. Karena
mereka yakin Allah SWT akan memenangkan Ahmadiyah.
”SKB yang dikeluarkan pemerintah tidak bisa memaksa kami untuk keluar dari
ajaran Ahmadiyah,” tegas Mukhlis.
Ia juga mengatakan sebenarnya menyatakan sesat tidaknya suatu kaum bukanlah
para ulama tapi Allah SWT. Ia juga mengakui Islam akan terbagi menjadi 73
golongan dan dari 73 golongan ini hanya satu golongan yang benar.
”Saya yakin golongan Ahmadiyah inilah yang benar di mata Allah SWT,” ungkapnya.
Keyakinan jamaah Ahmadiyah bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi juga ada
dasarnya. Di dalam Al-Qur’an jelas diterangkan akan datangnya Imam Mahdi di
akhir zaman. Bukti kebenaran bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi ini
sangat jelas dalam janji Allah pada nabi Muhammad yaitu Allah akan membinasakan
nabi-nabi palsu beserta jamaahnya kapanpun, di manapun dan kepada siapapun.
Dalam sejarah setelah Nabi Muhammad ada 30 nabi palsu tapi semua nabi palsu itu
semua dibinasakan oleh Allah. Dan sebaliknya kalau nabi itu benar utusan Allah
maka Allah berjanji akan memenangkan nabi tersebut. Walaupun dunia memusuhinya,
nabi tersebut tetap akan sukses menyebarkan ajarannya. Janji Allah ini menjadi
bukti bahwa Mirza Ghulam Ahmad benar nabi sekaligus Imam Mahdi. Karena sejak
Mirza Ghulam Ahmad mengikarkan diri sebagai sebagai Imam Mahdi, para ulama
telah menyatakan kalau ia sesat dan menghalalkan darahnya. Tapi mengapa ajaran
Mirza Ghulam Ahmad tetap eksis sampai sekarang. Karena kalau menjaganya dan
tidak ada yang berhasil membunuh Mirza Ghulam Ahmad beserta ajarannya. Bahkan
saat ini ajaran Ahmadiyah telah tersebar di 187 negara dengan pengikutnya
sekitar 200 juta orang.
”Ini harus kita renungkan dan kita yakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam
Mahdi,” paparnya.
Untuk kitab suci, lanjut Muklis, kaum Ahmadiyah mengakui Al-Qur’an sebagai
kitab suci. Salah jika dikatakan At-Tazkhirah sebagai kitab suci Ahmadiyah.
At-Tazkhirah itu hanya catatan-catatan kecil yang dibukukan oleh Mirza Ghulam
Ahmad yang isinya menerangkan dirinya sebagai nabi. Mirza Ghulam Ahmad ketika
mengikrarkan dirinya sebagai nabi bukan karena kehendaknya tapi hal itu karena
perintah Allah SWT dalam wahyu yang disampaikan pada Mirza Ghulam Ahmad. Begitu
kata pengikut Ahmadiyah. ■
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/