Ayo Kita Menabung di LKMS!
   
  Keep your money safe, but keep your charity safer.
  ¯Godfather yang insyaf¯
   
  Bagi Anda yang perduli dengan pemberdayaan ekonomi rakyat miskin dan ingin 
membantu dengan cara yang “mendidik”, maka Lembaga Keuangan Mikro Syariah 
(LKMS) mungkin jawaban yang relatif tepat untuk hal itu. Menabunglah atau 
berinvestasilah (bukan dengan niat menimbun, “Tidak akan melakukan penimbunan 
selain orang yang salah” (HR. Muslim)) pada LKMS di daerah sekitar Anda. 
Kenapa?! Berikut argumennya:
    
   Lembaga Keuangan Mikro Syariah berada di garis terdepan dalam jihad melawan 
kemiskinan, para Account Officer-nya bersaing dengan para rentenir di 
daerah-daerah miskin. Nasabah mereka umumnya adalah mustahik yang ingin 
berusaha.  
   Tidak seperti perbankan pada umumnya, dana pihak ketiga (DPK) yang terkumpul 
dalam suatu LKMS otomatis akan tersalurkan kepada nasabah yang tinggal dimana 
area LKMS tersebut berada. Berbeda dengan bank yang sentralistik dimana dana 
yang 100% terkumpul di suatu daerah A belum tentu tersalurkan 100% di daerah A 
juga.    
   Kapasitas dan kapabilitas relatif yang baik, dalam mengelola intermediasi 
dengan memainkan peran sebagai shahibul mal dan mudharib yang tidak kalah 
dengan perbankan syariah.  
   Umumnya tidak memerlukan persyaratan yang rumit dan jaminan untuk pinjaman 
yang relatif kecil (kecil bagi LKMS, besar buat peminjam kali ya, he3X!). 
Dimana persyaratan yang rumit dan jaminan sering menjadi faktor yang signifikan 
yang menghalangi modal (uang) terhadap kaum miskin.   
   Dan last but not least, kinerja LKMS lebih dominan berdasarkan trust, hal 
ini lebih lanjut memberikan warna tersendiri dalam pemberdayaan ekonomi rakyat 
miskin. Tidak hanya terdapat hubungan antara nasabah dengan pemodal dalam arti 
modal sebagai benda atau harta, namun disana juga terjalin sebuah modal sosial 
antara LKMS dengan para nasabahnya, termasuk di dalamnya adalah faktor trust, 
yang menurut penulis merupakan faktor yang paling berperan dalam bermuamalah. 
Dimana lebih lanjut nantinya, dalam hubungan trust tersebut akan sangat mudah 
sekali terjadinya transfer of skill and knowledge, khususnya dalam pengetahuan 
perhitungan/pencatatan syariah dan juga dalam dakwah. Apa yang terjadi dengan 
kesuksesan Grameen Bank dengan sistem riba-nya di Bangladesh bukan hanya faktor 
modal tanpa jaminan saja lho, tapi juga faktor trust ini. Dimana trust 
merupakan salah satu modal sosial yang menopang kesuksesan tersebut. 
  So ayo pindahkan sebagian (jika tidak seluruhnya) rizqi kita yang 
imut-imut¯kita?! Gw-Loe kali?! Kita juga ya?!¯ ke LKMS terdekat di daerah kita. 
Bukankah melawan kemiskinan juga termasuk jihad?! Dan tidak mungkin melawan 
kemiskinan tanpa ekonomi.

       

Kirim email ke