Salam.
mau urun rembug aja deh.
Masalah munas ataupun temilnas sering bayank problema.
Yang sering paling mendasar adalah Problema DANA.
Jujur saya sebagai alumni FoSsei juga pernah mengalami hal yang sama seperti
itu. Dana adalah masalah yang paling besar.
. Namun Alangkah baiknya Pihak panitia seharusnya memberikan Alternatif yang
yang tidak merugikan potensi para calon Peserta,
Mungkin Panitia ini harus sering belajar setiap pengalaman munas yang oernah
ada. Saya pernah ikut 2 munas yanitu di bandung UNPAD dan di Surabaya. Namun
yang paling mengesankan adalah nilai ekonomis yang ada di Munas bandung.
Melihat t4 kegiatan sudah kelihatan ekonomis dan tidak memakan biaya banyak,
Tpai yang terjadi di surabaya dan Calon Tempat munas di malang maping areanya
kacau.
\Coba aja dengan wilayah 1 tempat pastilah dana pengeluaran bisa ditekan dan
peserta tidak akan terbebani dengan nilai besarnya kontribusi. Sebenarnya apa
to yang amau dilakukan di MUNAS???? Meningkatkan Nilai Perjuangan FOSSEI ATAU
SEKEDAR GENGSI AJA.
Semoga MUNAS SUKSES dengan Hasil yang Membangun cita-cita luhurnya , bukan
malah menambah beban dari cita-citanya
Semoga masukan ini bisa menjadi perhatian
Hakim
Alumni FoSSei Jogjakarta
fahrurrazi ar-razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sepakat, apakah hanya orang2 kaya yg bisa ikut FoSSEI, coba
perhatikan pegiat FoSSEI tidak semuanya kaya.
--- On Sat, 6/21/08, agus wafa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: agus wafa <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: {FoSSEI Kita} harap dijadikan pertimbangan untk panitia munas
To: [email protected]
Date: Saturday, June 21, 2008, 8:33 AM
assalamu'alaikum
salam perjuangan.. ..
ikhwati fiddin
ini adlh salah satu suara yang mungkin dirasa harus diperhatikan oleh panitia
munas.. ada beberapa temen ksei di jogja yang sebenarnya ingin sekali
berpartisipasi untuk mengikuti MUNAS di malang tgl 13-16 nanti... akan tetapi
ironinya bahwa setelah memperhatikan angka mutlak 300.000 itu pun yang akhirnya
mengurungkan niat temen2 seperjuangan di jogja.. lantas apakah tidak ada
alternatif lain untuk mengatasi masalah tersebut seperti dengan membebaskan
pembayaran (ato mengurani pembayaran) tersebut dengan syarat hanya mengikuti
rangkaian kegiatan munas FoSSEI saja.. atau memang tidak diperkenankan
mengikuti munas hanya karena tidak bisa membayar 300.000..
lantas apa bedanya FoSSEI dengan lembaga pendidikan dan rumah sakit yang harus
meminta pasiennya untuk membayar dengan harga mahal (menurut orang miskin)
sehingga hanya orang-orang "kaya" yang bisa menikmati fasilitas itu...? padahal
untuk merubah paradigma dan praktik itulah FoSSEI ada..!!!!
yah.. kalau diterima usulan ini maka saya memohon ampun kepada Allah, karena
mungkin nantinya digunakan dengan tidak semestinya. namun apabila tidak
diterima entah berapa KSEI yang hadir dan berperan aktif pada MUNAS
(mudah-mudahan tetap banyak_Amin) ..
sebelumnya saya mengucapkan terima kasih sudah membaca usulan ini..
wassalam....
salam pejuang ekonomi Islam
---------------------------------
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!